Kanwil Gelar Kajian Ba’da Zuhur, Kupas Tuntas Surah Al-Fatihah
Rabu, 25 Februari 2026 - 16:07 WIB
Jambi (Kemenag)—Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi kembali gelar kajian ba’da Dhuhur di hari ke tujuh Ramadhan 1447 H dengan menghadirkan H. Mujahid Al Mutarom membahas tentang surah Al-Fatihah yang merupakan inti dari Al-Qur’an.
Ia menyampaikan bahwa puasa di bulan suci Ramadan tanpa Al-Qur’an tidak ada maknanya. Dunia ini disiapkan karena Al-Qur’an ini akan diturunkan, dipersiapkan malaikat terbaik, dipersiapkan nabi terbaik dipersiapkan umat yang bandelnya terbaik juga.
H. Muhajid Al Mutarom menjelaskan bahwa di bulan suci Ramadhan, ada malaikat yang terus berkeliling mencatat semua hamba Allah yang mau duduk di majelis yang diskusi tentang Al-Qur’an dan Allah SWT akan mengampuni semua dosanya, walaupun tidak sengaja ikut kajian yang penting tidak susah hatinya di dalam majelis itu maka juga akan mendapat ampunan Allah SWT. Saat kita membuka Al-Qur’an dengan cara apapun semampu apapun kita membaca itu suara kalam Allah. Ketika membaca Al-Qur’an di maknai kata perkata maka sebetulnya bukan engkau yang membaca Al-Qur’an tetapi Al-Qur’an yang membaca, Al-Qur’an setiap hari mengabsen orang yang menyapanya.
Ia pun menerangkan beberapa point-point penting sebagai berikut :
1. Saat mendengar dan membaca Al-Qur’an, maka camkan bahwa yang terdengar dan dibaca adalah kalam Allah
2. Jika hendak membaca Al-Qur’an, lakukan isti’adzah agar hati siap dalam keadaan bersih menghadap Al-Qur’an dan terlindungi dari syaithan yang ahli dalam menyusupkan sikap, praduga dan pemahaman/pemikiran menyimpang.
3. Mengucapkan basmalah diantaranya adalah sopan santun sebagai hamba kepada Dzat Wajibul Wujud, pemilik segala sifat, perbuatan dan nama
4. Mengucapak bismillah adalah bentuk pengakuan paling minimdari seorang yang merasa diri sebagai hamba kepada pemilik segala Gerak hingga hembusan dan tarikan nafas. Maka saat mengucap bismillah, seakan hamba berkata : “ Ya Allah, saya lakukan semua detak, Gerak dan perbuatan saya bukan karena kemampuan saya, tapi semata karena semua daya yang engkau limpahkan kepada segala sesuatu”.
5. Kadang terbesit bahwa bismillah taka da pengaruhnya. Kaum kafir tak ucapkan itu. Selain sebagai “sopan santun” dan pengakuan kehambaan, bismillah menjamin Rahmat Allah yang tak putus dengan putusnya jatah hidup didunia
6. Rahman dan Rahim dalam basmalah adalah 2 kata prediket bagi kata isim (nama) Allah, sekaligus mewakili seluruh sifat dan asma’husna. 2 kata itu juga mengisyaratkan makna tiada Rahmat kecuali Allah
7. Dengan Rahman dan Rahim, Allah seperti berpesan ke hambaNya : meski kalian selalu berbuat dosa, tak perlu malu selalu mengucap bismillah, karena malumu tak bisa membayar dosamu dan kasih sayangku takkan terhalang oleh dosamu.
8. Basmalah adalah ayat pertama dari Al-Fatihah, ayat 30 dari Surah Al-Naml dan ayat pertama/pembuka bagi tiap surag Al-Qur’an kecuali surat Bara’ah
9. Firman Allah dalam hadist Qudsi bahwa Allah berbagi dengan hambaNya di dalam Al-Fatihah. Tiap kali dibaca, Allah selalu menjawab di tiap ujung ayat
10. Tiap kata dalam Al-Qur’an, termasuk Al-fatihah adalah pilihan kata dengan rincian susastra san rasm serta detail ,akna yang khas dari Allah. Al-Hamdu, contonya adlaah pilihan kata di antara istilah al-Tsana’, al-Madhu, al-Syukr termasuk dalam pilihan bentuk kata isim mashdar yang disusun dalam jumlah ismiyyah
11. Pujian dan memuji menjadi fitra manusia, karena Allah limpahkan semua karunia bagi manusia. Tapi pujian hanya milik Allah, karena al-Hamdu itu Lillahi
12. Tahmid juga menjadi taklifi karena manusia diberi hal untuk memeilih mau bertahmid atau tidak (ikhtiyar)
13. Karena Tahmid itu bersifat fitrah, diciptakan sebagai naluri dasar setiap manusia, maka segala bentuk Tahmid yang dilakukan akan berefek pada kulit dan hati manusia dan gengan itu ia akan mendapatkan ketenangan
14. Ketenangan itu didapatkan dengan : a. Allah ajarkan shighat alhamdulilah, b. karena Allah adalah Rahman dan Rahim, c. karena Allah adalah Malik Yaumiddin, d. Iyyaaka na’budu wa iyyaka nasta’in, e. Ihdina al-Shirath al-Mustaqim
15. Bentuk kasih sayang Allah kepada manusia adalah mengajarkan mereka Al-Qur’an, sebagai manhaj untuk shirath al-mustaqim
16. Kekhususkan Tahmid dari Syukur adalah bahwa Tahmid tidak memerlukan alasan untuk memuji Allah. Tahmid diawali sebagai fitrah, yang mendapatkan ketenangan batin karena mengenal Allah dan akhirnya menjadi cinta
17. Bentuk keberhambaan yang sempurna sesuai kehendak Allah itulah yang menjadikan Nabi Muhammad SAW begitu Istimewa. (Nv)
Humas


