Kakanwil Dorong Baznas dan LAZ, Kuatkan Pemberdayaan Zakat
Rabu, 25 Februari 2026 - 13:26 WIB
Jambi (Kemenag) – Bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di provinsi Jambi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Mahbub Daryanto mendorong penguatan pemberdayaan zakat di provinsi Jambi. Hal ini beliau sampaikan di hadapan perwakilan pengurus Baznas, LAZ, dan beberapa Penyuluh Agama Islam pada Rabu (25/2/2026) di aula kantor.
Saat ini perlunya transformasi pemberdayaan zakat di provinsi Jambi secara produktif seperti modal usaha tanpa bunga disertai pendampingan, pelatihan keterampilan, dan pendampingan UMKM. Fokusnya beralih dari bantuan konsumtif ke pemberdayaan ekonomi guna meningkatkan pendapatan dan menciptakan kemandirian.
Kakanwil mendorong transformasi pemberdayaan zakat ini mengingat potensi zakat di provinsi Jambi yang cukup besar. Zakat pun bertransformasi dari sekadar bantuan menjadi sarana pemberdayaan yang mendorong perubahan jangka panjang. Zakat merupakan bagian integral dari sistem ekonomi Islam yang memiliki potensi besar untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat guna meningkatkan taraf hidup kesejahteraan masyarakat.
Pemberdayaan zakat tadi memerlukan pengelolaan zakat melalui perencanaan, pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat sesuai peraturan perundang-undangan yang mengaturnya, dan teradministrasi melaui sistem secara baik dan benar. “Pesan-pesan ini harus bisa tersampaikan menjangkau masyarakat luas,” ujar beliau.
“Perlu mengenali potensi masyarakat yang ingin berzakat yang luar biasa. Banyak sekali umat yang ingin berzakat, sehingga perlu pengelolaan zakat, pemahaman cara menghitung zakatnya yang benar sehingga tidak salah hitung, serta sistem penyalurannya dengan baik untuk menolong orang yang benar-benar membutuhkan. Dan pembayaran zakat ini sudah seharusnya tercatat secara benar,” terang Kakanwil.
Kanwil Kemenag Jambi berkolaborasi dengan Baznas dan LAZ di provinsi Jambi ini akan terus berupaya mengembangkan berbagai program yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi umat dan UMKM melalui berbagai program berdampak bagi masyarakat. “Maka perlu pendampingan dalam program pemberdayaan ekonomi umat dan UMKM ini di lapangan untuk mengenal berbagai potensi sesuai kebutuhannya dan berhasil lebih baik. Maka, butuh keberanian untuk menjangkau lebih jauh,” dorong beliau.
“Program ketahanan pangan melalui pengelolaan pangan beras dan gabah perlu digalakkan sebagai pemberdayaan ekonomi umat pula yang juga merupakan program pemerintah,” imbuh Kakanwil.
Sumber : Bidang Penais Zawa
Penulis : Siska Lidya


