Momen Imlek, Ngopi Kerukunan Jadi Wadah Bangun Persatuan Umat Buddha
Senin, 23 Februari 2026 - 10:01 WIB
Jambi (Kemenag) – Bimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi kembali menggelar Ngopi Kerukunan Intern Umat Buddha Edisi IX pada Minggu (22/2/2026) di Maha Cetya Oenang Kota Jambi. Adapun tema yang diusung adalah Agama dan Budaya dalam rangka Imlek 2577 Kongzili.
Mewakili pihak Maha Cetya Oenang, Felix Haryanto menyambut baik gelaran Ngopi Kerukunan Intern Umat Buddha ini sebagai wujud nyata semangat kebersamaan, keterbukaan, dan gotong royong dalam intern agama Buddha. Melalui wadah pertemuan ini, dapat dirangkum berbagai pandangan mengenai kebutuhan demi kemajuan umat Buddha di provinsi Jambi.
Ngopi Kerukunan Intern Umat Buddha ini juga patut dijadikan momentum harmonisasi sinergitas antar majelis organisasi Buddha serta memperkuat persaudaraan dengan menumbuhkan rasa saling memiliki dengan semangat kebersamaan guna perkembangan umat Buddha di provinsi Jambi.
Momentum perayaan Imlek 2577 Kongzili diharapkan mnejadi semangat berapi-api dalam diri umat Buddha dalam meningkatkan kualitas diri.
Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Jambi, Wiswadas mengungkapkan bahwa gelaran Ngopi Kerukunan Intern Umat Buddha Provinsi Jambi yang dijadwalkan rutin setiap bulannya ini merupakan program positif yang ditujukan untuk membangun keakraban, keterbukaan, saling membaantu dan saling mendukung sesama umat Buddha. “Kegiatan ini positif dan setiap eventnya dilaporkan kepada Ditjen Bimas Buddha pusat. Dan kegiartan ini banyak sekali dampak positifnya, tinggal bagaimana merefleksikan kedekatan sesama umat Buddha itu sendiri,” ungkap beliau.
Setiap kegiatan Ngopi Kerukunan Intern Umat Buddha ini dievaluasi agar dapat membangun harmonisasi komunitas umat Buddha yang solid. “Perlu sering duduk bersama untuk mengambil positif ide kreatif yang digagas,” imbuh Pembimas Buddha. Hal ini sangat penting untuk membangun kesatuan umat Buddha provinsi Jambi yang harmonis penuh kerukunan dalam persaudaraan.
Harmonisasi kesatuan intern umat Buddha ini juga perlu menyesuaikan dengan kebudayaan lokal umat Buddha. “Seperti momen Imlek ini, dapat dijadikan momen persatuan melalui budaya masing-masing umat,” ujar beliau.
“Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi selalu terus berpikir agar terus bersatu membangun keharmonisasn kerukunan yang tercipta di provinsi Jambi,” tutup Pembimas Buddha.
Sumber : Bimas Buddha
Penulis : Siska Lidya


