Kakanwil Kemenag Jambi Launching Program Pemberdayaan Ekonomi Umat di Tanjab Timur
Selasa, 09 Desember 2025 - 22:08 WIB
Muara Sabak (Kemenag) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Dr. H. Mahbub Daryanto, M. Pd.I, menjelaskan bahwa program pengembangan ekonomi umat yang dijalankan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan hanya berupa pemberian bantuan semata. Pernyataan ini diucapkan saat menghadiri acara peluncuran program pemberdayaan ekonomi umat dan peninjauan lokasi pembangunan rumah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Selasa (9/12/2025), dalam rangka menyambut Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-80 Tahun 2026.
Acara tersebut dihadiri oleh Kapolres Tanjung Jabung Timur, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf, Kepala Kemenag, Kepala Dinas Perikanan Tanjab Timur, Kapolsek Muara Sabak Barat, Ketua Baznas Tanjab Timur, Ketua BWI Tanjab Timur, para Kepala KUA Kecamatan, Kepala Madrasah Negeri se-Tanjab Timur, para Penyuluh Agama, serta para Ketua RT setempat.

Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan bahwa program pemberdayaan ini dimulai dengan fokus pada satu kecamatan terlebih dahulu, dengan memanfaatkan potensi lokal masyarakat, seperti peternakan sapi dan kambing, pertanian, dan perikanan.
Menurutnya, pendekatan berbasis potensi wilayah akan membuat program lebih arif dan berkelanjutan. “Program ini harus berdampak, bukan sekadar memberi bantuan. Kita dorong zakat dan wakaf dikelola secara produktif, sesuai dengan program ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pentingnya kolaborasi antara Kementerian Agama, Baznas, BWI, serta lembaga terkait lainnya agar zakat yang disalurkan benar-benar memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Ia menilai keberhasilan sebagian besar binaan merupakan pencapaian yang sangat baik. Seperti potensi wilayah yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan, didukung dengan sarana seperti pompa air dan alat pengolahan lahan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat dan semangat gotong royong.
Selain itu, Dr. H. Mahbub menekankan bahwa pendidikan merupakan kunci utama untuk perubahan. Pengalaman hidupnya sebagai cucu dari petani yang bisa berubah melalui Pendidikan yang diberikan kepada orang tuanya menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas SDM adalah investasi jangka panjang untuk mengentaskan kemiskinan.
Ia juga mengingatkan perlunya meningkatkan literasi zakat dan wakaf produktif di tengah masyarakat. Menurutnya, potensi zakat nasional sangat besar, namun belum tergarap secara optimal karena tingkat kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakat melalui lembaga resmi masih rendah.
“Zakat harus berdampak, mengurangi kemiskinan, dan menjaga agar generasi tidak terpuruk. Praktik baik ini harus terus kita sampaikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Kakanwil berharap program pemberdayaan ekonomi umat ini bisa menjadi contoh yang baik, dijalankan secara jujur, teliti, dan konsisten, serta memberikan keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Kurniati Ulfa
editor : Paspihani
sumber : Bidang Penaiszawa


