Tim ZI Kanwil Kemenag Jambi Ikuti Rakor ZI 2025
Kamis, 04 Desember 2025 - 12:23 WIB
Jambi (Kemenag) – Tim Kerja Zona Integritas (ZI) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi mengikuti secara daring Rapat Koordinasi Zona Integritas 2025 Kementerian Agama pada Kamis (4/12/2025) dari aula kantor. Turut diikuti pula tim kerja ZI Kemenag Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi.
Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana Kemenag RI, Nur Arifin Efendi menyebutkan bahwa rakor zona integritas ini merupakan momentum sangat penting untuk mempersiapkan diri menyongsong rancangan besar reformasi birokrasi nasional 2025 – 2045 berkelas dunia.
Tahun 2025 menandai dimulainya pelaksanaan reformasi birokrasi yang kolaboratif, kapabel, dan berintegritasmelalui transformasi digital, penguatan kolaborasi, peguatan sumber daya manusia, dan tata kelola pelayanan publik adaptif berbasis manusia dan inklusif
Oleh karena itu, Kementerian Agama perlu melakukan uaya percepatan secara berkesinambungan melalui transformasi digital menuju sistem yang berorientasi pada pengoptimalan ekosistem pelayanan publik yang berdampak bagi masyarakat dengan harapan dapat meningkatkan aksesibiltas, efisiensi, dan kualitas serta memperluas jangkauan pelayanan bagi umat secara berkelanjutan.
Pembangunan zona integritas merupakan bentuk implementasi reformasi birokrasi pada satuan kerja yang perlu ditindak lanjuti secara menyeluruh agar menunjukkan peningkatan kualitas secara signifikan setiap tahunnya. Dalam rangka memastikan hal tersebut, maka rakor ini merupakan upaya menyiapkan langkah bersama secara kolaboratif.
Rakor zona integritas ini bertujuan untuk membangun komitmen seluruh jajaran satuan kerja untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka implementasi reformasu birokrasi melalui Pembangunan zona integritas. Sekaligus, menyamakan persepsi mekanisme dan teknis pelaksanaan penilaian pembangunan zona integritas pada masing-masing satuan kerja.
Tema rakor zona integritas yang diusung adalah mewujudkan birokrasi yang kolaboratif, kapabel, dan berintegritas melalui pembangunan zona ingeritas. Melalui tema ini berarti langkah upaya mensinegikan rencana strategis dan program prioritas Kementerian Agama dengan desain reformasi birokrasi berkelas dunia 2025 – 2045.

Sekretaris Jenderal Kemenag RI, Kamaruddin Amin bersyukur atas capaian positif pengelolaan pembangunan zona integritas Kementerian Agama yang selalu mengalami peningkatan sejak 2010 hingga saat ini sebagai refleksi reformasi birokrasi yang bersih, berdaya saing, dan efektif dan produktif.
Pembangunan zona integritas melalui penguatan tata kelola reformasi birokrasi harus memberikan dampak positif secara nyata yang terukut bagi kehidupan masyarakat. “Refleksi birokrasi yang semakin tinggi merupakan realita birokrasi yang semakin bagus. Menjadi perhatian bersama bahwa targetnya adalah tata kelola yang semakin bagus untuk dicapai, dan juga berdampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sesuai tagline Kemenag Berdampak,” ujar beliau.
Kementerian Agama perlu menentukan langkah-langkah fundamental secara teknis dan praktis untuk memperkuat pengelolaan reformasi birokrasi Kementerian Agama yang terukur dan berdampak disertai evaluasi berkala. “Tentunya kolaborasi lintas unit dan lintas sektoral bebagai pemangku kepentingan harus diintensifkan melalui diskusi dengan ikhtiar proses berkelanjutan,” dorong beliau.
Pembangunan zona integritas sebagai wujud reformasi birokrasi pemerintahan sebagai instrumen untuk mewujudnyatakan cita-cita pembangunan nasional sesuai visi misi pemerintah.
Periode 2025–2029 akan berfokus pada Reformasi Birokrasi General sebagai fondasi dan Reformasi Birokrasi Tematik untuk mendukung program prioritas nasional seperti pengentasan kemiskinan dan peningkatan investasi. “Jadi RB General itu mengantisipasi pengelolaan dari hulu, sedangkan RB Tematik itu di hilir. Harus diantisipasi dari hulu dan diselesaikan di hilir, sehingga pemahamannya harus diterjemahkan secara utuh,” dorong beliau.
Sumber : Pengelolaan Ortala dan Hukum
Penulis : Siska Lidya


