Pengawas Madrasah dan Kepala MTsN se Jambi Dibekali Kurikulum Berbasis Cinta

Rabu, 03 Desember 2025 - 14:00 WIB

Pengawas Madrasah dan Kepala MTsN se Jambi Dibekali Kurikulum Berbasis Cinta

Jambi (Kemenag) –Bidan Pendidikan Madrasah, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi memfasilitasi pelaksanaan Bimbingan Teknis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Angkatan II yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah pada Selasa (2/12/2025) di aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jambi.

 

 

Ketua Pokjawas Madrasah Provinsi Jambi sekaligus ketua panitia, Alimuddin menyebutkan bahwa peserta berjumlah 76 orang yang terdiri dari 12 pengawas madrasah, dan 64 kepala MTsN se-provinsi Jambi. Pelaksanaan bimtek mulai dari 2 – 5 Desember 2025 dengan diisi pula orientasi atau observasi lapangan di Pondok Pesantern Darul Arifin yang telah melaksanakan pengelolaan kurikulum berbasis cinta dalam proses pendidikannya.

 

Melalui penyelenggaraan bimtek KBC ini diharapkan terjalin penguatan hubungan dalam komunitas kelompok antara pengawas, kepala madrasah, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan madrasah dengan baik. Hal ini juga diharapkan dapat menginspirasi sebagai pembentukan karakter anak didik yang baik berbasis cinta.

 

Sekaligus, penerapan kurikulum berbasis cinta secara nyata oleh kepala madrasah, para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sebagai orkestrasi nilai-nilai cinta yang ditanamkan itu dapat dirasakan secara nyata di lingkungan madrasah. “Suasana penuh cinta itu diharapkan dapat melekat di sanubari para murid sehingga dirasakan madrasah itu luar biasa dan menginspirasi dalam kehidupannya,” ujarnya.


Usai pelaksanaa Bimtek ini, pokjawas madrasah Jambi mendorong terbentuknya perocontahan madrasah percontohan dalam penerapan KBC pada Tingkat RA, MTs, dan MA pada kabupaten/kota di provinsi Jambi. Pokjawas madrasah provinsi Jambi akan mengawal proses setiap tahapannya agar terjadi perubahan signifikan dalam pengelolaan pendidikan madrasah yang memberikan manfaat langsung dari penerapan cinta yang ditanamkan. “Percaya kalua mampu menyatukan orkestrasi tujuan, visi dan misi untuk menglola madrasah dengan penuh cinta, maka mudah-mudahan memberikan makna yang luar biasa bagi diri sendiri sebagai pelaku maupun bagi orang lain yang dilayani di provinsi Jambi,” harapnya.

 

 

Terhubung secara daring melalui zoom, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Dedi Irama Silalahi menjelaskan bahwa konsep pendidikan dalam penyelengaraannya bukan lagi semata terfokus pada pengembangan kemampuan akademik semata, melainkan inti dari pendidikan adalah proses pembentukan karakter dan pengembangan karakter untuk mencapai kompetensi secara maksimal dari individu terebut. “Jadi bukan hanya untuk mengajarkan kemampuan anak menangkap seluruh mata pelajaran secara cepat dan praktis, tapi bagaimana pembentukan karakter anak sebagai hal pertama dan utama yang dikembangkan,” sebutnya.

 

Proses pengembangan karakter anak didik ini tentu membutuhkan proses panjang. “Proses pembentukannya tidak bisa cepat dalam waktu satu atau beberapa bulan, melainkan proses yang panjang,” imbuhnya.

 

Pengelolaan pendidikan yang juga disokuskan pada pengembangan karakter anak didik inilah yang harus dapat dirasakan di lingkungan pendidikan madrasah. “Syukurlah hal ini sudah dapat dirasakan, Dimana saat ini madasah sudah menjadi pilihan uatama para anak didik mengenyam pendidikan,” ungkapnya.

 

Pengelolaan pendidkan yang difokuskan pada pengembangan kemampuan akademik dan karakter anak didik tentunya akan membentuk anak didik bukan hanya memiliki kecapakan dalam kemampuan akademik, melainkan anak didik memiliki kecerdasan emosional sekaligus kecerdasan spiritual, sehingga karakter dalam kontrol emosi dan jiwa nilai-nilai agamanya harus bagus,” dorongnya.

 

Penerapan kurikulum berbasis cinta ini menjadikan karakter anak didik yang memberikan perhatian dan kepedulian kepada orang lain dan alam sekitar. Sekaligus penguatan pemahaman bagi anak didik untuk mencintai Allah melalui penguatan nilai-nilai agama. “Ada sentuhan cinta dalam setiap proses pembelajaran. Sehingga anak didik tidak hanya mementingkan ego dan kepentingan pribadinya, melainkan memikirkan orang lain, mencintai Allah, mencintai ornag lain, mencintai negara,” ujarnya.

 

Kabid Penmad juga mengingatkan agar para pengawas, kepala madrasah, serta tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan pendidikan madrasah provinsi Jambi memahami secara utuh mengenai konsep kurikulum berbasis cinta ini. “Jangan konsepnya dari Kementerian Agama, namun orang Kementerian Agama tidak memahami, malah sektoral luar yang lebih bagus dalam pengaplikasiannya,” tegasnya.

 

Penerapan kurikulum berbasis cinta ini merupakan kewajiban seluruh pengelolaan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama. Melalui penerapan cinta ini, maka keberhasilan pelayanan akan berdampak langsung kepada masyarakat, khususnya dalam pelayanan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan.

 

“Praktik-praktik baik dalam kurikulum berbasis cinta ini harus diterapkan di madrasah. Semangatnya harus terus lebih tinggi lagi untuk mendidik anak-anak,” pungkasnya.

 

 

Sumber  : Bidang Pendidikan Madrasah

Penulis   : Siska Lidya

 Editor : Paspihani

 

Berita Lainnya

Temukan berita terbaru dan terkini terkait kegiatan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi.