Beri Pembinaan ASN Kemenag Jambi, Sekjen : Penting Menerjemahkan Asta Protas Dalam Program dan Kegiatan

Sabtu, 29 November 2025 - 16:43 WIB

Beri Pembinaan ASN Kemenag Jambi, Sekjen : Penting Menerjemahkan Asta Protas Dalam Program dan Kegiatan

Jambi (Kemenag) – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamaruddin Amin melakukan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Sabtu (29/11/2025) di Aula Kanwil Kemenag Jambi.

Acara dihadiri oleh seluruh Eselon III Kanwil Kemenag Jambi, Kepala Kantor Kemenag Kab/Kota Se-provinsi Jambi, Kepala MIN, MTsN dan MAN Kota Jambi dan Muaro Jambi, Kepala KUA Kota Jambi, JF Perencana Kota Jambi dan Muaro Jambi, Ketua Pokjawas Provinsi Jambi, Ketua IPARI Provinsi Jambi, Ketua APRI Provinsi Jambi dan ASN Kanwil Kemenag Provinsi Jambi serta hadir secara daring seluruh Kepala Madrasah Negeri, Kepala KUA Kecamatan dan JF Perencana diluar Kota jambi dan Muaro Jambi.

Dalam sambutannya Kamaruddin Amin menyampaikan bahwa untuk mewujudkan Indonesia emas 2045 pembangunan dibidang agama menjadi sangat sentral, sangat penting, sangat fundamental. Peran agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara itu sangat penting, karena orang Indonesia ini beragama, sangat religius sehingga peran agama sangat fundamental, tidak mugkin Indonesia dapat mencapai cita-citanya tanpa Pembangunan agama yang baik dan bagus. Maka peran Kementerian Agama menjadi sangat penting, dan kita ASN Kemenag telah diberikan amanah dan diberikan tugas oleh negara dan agama untuk mengurus agama ini, maka mari kita memberikan yang terbaik, mari kita berkontribusikan mewujudkan Indonesia Emas dari sisi agama. Ini adalah peran yang sangat mulia dan sangat penting dan sangat sekaligus menantang.

Menurutnya, ASN Kementerian Agama sudah memahami dengan baik 8 Program Prioritas Asta Protas Kemenag Berdampak sebagai turunan dari Asta Cita Presiden, diantaranya : 1. Meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan 2. Penguatan ekoteologi 3. Layanan keagamaan berdampak 4. Pendidikan unggul, ramah dan terintegrasi 5. Pemberdayaan pesantren 6. Pemberdayaan ekonomi umat 7. Sukses haji 8. Digitalisasi tata Kelola.

“Kita tidak hanya dituntut faham, tetapi juga penting untuk bagaimana mampu menerjemahkan dan melaksanakan Asta Protas itu dalam bentuk Program, aktifitas dan kegiatan dengan baik”, tegasnya.  

Kamaruddin Amin menerangkankan bahwa tentang penguatan ekoteologi, tentang pentingnya untuk menjaga alam/lingkungan. Ini perintah agama, kita menjaga lingkungan adalah bagian dari ajaran agama sehingga Kementerian Agama betul-betul memberikan dampak terhadap pemeliharaan alam, pemeliharaan lingkungan. Seperti kegiatan menanam pohon, mengelola sampah, efisiensi penggunaan air, menjaga sungai.

“Tantangan kita bagaimana menerjemahkan ekoteologi, apa yang dilakukan Kementerian agama untuk mewujudkan lingkungan yang baik, kita tidak lagi berdiskusi narasinya tetapi bagaimana itu bisa dipraktekkan, diterapkan di masjid, pondok pesantren, madrasah, dilingkungan kantor kemenag tentang bagaimana memelihara lingkungan, sehingga kita menjadi contoh, model dan teladan bagaimana mengimplementasikan ekoteologi. Sehingga kita bisa melihat semua Kantor Kementerian Agama itu  bersih, hijau, efisien penggunaan air. Kementerian agama juga harus melibatkan, mengajak ormas-ormas melaksanakan program ini, melibatkan masyarakat seperti membersihkan sungai dan lingkungan”, ungkapnya.

Selanjutnya terkait pemberdayaan umat, Indonesia punya potensi ekonomi umat yang besar yang selama ini belum rekapitalisasi secara proporsional, belum memadai. Zakat, wakaf uang, wakaf asset seharusnya bisa untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Salah satu program prioritas Kementerian Agama adalah pemberdayaan ekonomi umat inilah program bagaimana ekonomi umat ini kita berdayakan, tentu Kementerian Agama harus bekerjasama dengan Baznas, BWI. Kita ASN Kemenag harus memberi contoh untuk giat berwakaf. Jika dilakukan secara massif dan mengajak masyarakat secara luas maka kita akan membantu mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Lebih lanjut Ia menuturkan bahwa beragama itu harus berdampak, dampaknya tidak cukup hanya untuk diri sendiri, agama harus memberikan dampak harus berkontribusi dalam kehidupan kekinian kita, dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik dan semua aspek kehidupan kita. Agama harus meningkatkan kehidupan kita, sehingga orang beragama ini merasa penting dalam kehidupan ini. Dalam hubungan horizoltal kita harus memberikan dampak bagi orang lain, bukankah yang paling baik adalah orang yang paling bermanfaat. Orang baik adalah dinilai dari sebesar apa dampaknya dalam kehidupan, berapa banyak orang yang tersenyum karena kebaikan, kearifan dan kebijaksanaan kita. “Mari kita memberikan layanan berdampak kepada masyarakat, layanan terbaik dan saya ingin ASN kemenag melakukan ini, bagaimana beragama mendatangkan kemaslahatan, kemanfaatan agar hidup kita lebih bermakna”, ajaknya.

Ditambahkannya, Kurikulum cinta juga harus menjadi pengetahuan kita bukan hanya mengajarkan tapi harus dipraktekkan, cinta kepada diri sendiri, cinta kepada orang lain, mencintai lingkungan, mencintai Indonesia dan mencintai Tuhan, memaknainya harus maksimal. Cinta kepada diri sendiri itu harus progresif, ada marwah, ada harga diri sebagai umat beragama, sebagai warga bangsa kita harus punya value, kita harus punya prestasi. Anak -anak harus berprestasi supaya punya value seperti orangnya baik, berintegritas, tawadhu. Kemenag identik dengan value itu. Value itu sangat penting mendukung kesuksesan dimasa datang.

“Mudah-mudahan kita bersama sama bisa terus mengabdi kepada umat, berhidmat berbakti untuk bangsa dan negara, mari kita memanfaatkan kesempatan dan umur ini untuk memberikan yang terbaik agar kita menjadi orang yang bermanfaat dan berdampak pada orang lain, kita terus berporses untuk terus menemukan diri kita yang terbaik, versi diri kita yang berkualitas untuk kita bisa berbuat yang terbaik untuk diri sendiri dan orang lain”, pesannya

Sementara itu, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi Mahbub Daryanto menyampaikan komitmen untuk menerjemahkan visi terwujudnya masyarakat yang rukun, maslahat dan cerdas melalui sasaran strategis ke dalam aksi nyata di Jambi, yakni penguatan kerukunan dengan memperkuat peran KUA dan penyuluh dalam deteksi dini dan harmoni sosial, layanan transpormatif  dengan digitalisasi layanan haji, sertifikasi halal, administrasi KUA, selanjutnya Pendidikan berdampak dengan pemerataan kualitas Madrasah, Pesantren dan satuan Pendidikan keagamaan di Jambi dan Tata Kelola untuk mewujudkan birokrasi yang lincah dan berdampak Dimana perencanaan anggaran benar-benar berbasis kinerja yang dirasakan manfaatnya oleh umat.

 

Sumber            : Pengelolaan SDM Aparatur

Penulis             : Nevi

Berita Lainnya

Temukan berita terbaru dan terkini terkait kegiatan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi.