Sosialisasikan Pemasangan Tengkuluk, DWP Kemenag Ikut Lestarikan Budaya Jambi
Jumat, 18 Oktober 2019 - 00:00 WIB
Jambi (Inmas) --Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kementerian Agama Prov. Jambi kembali mengadakan pertemuan rutin yaitu arisan yang merupakan ajang silaturrahmi sesama anggota, bukan saja hanya sekedar ngumpul-ngumpul, akan tetapi selain melaksanakan arisan, juga di isi kegiatan yang bermanfaat. bertempat di aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi Kamis (17/10/2019 pada pukul 10.00 wib s.d selesai. Pada kesempatan hadir para anggota dan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi..
Pada kesempatan tersebut, anggota Dharma wanita di ajarkan bagaimana cara memasang tengkuluk yang merupakan cri khas masyarakat Jambi ketika ada kegiatan. Narasumber yang kita datangkan dari Dinas Parawisata, yang di pandu langsung oleh Ibu Emi. Ada beberapa jenis pemasangan tengkuluk, bagi yang sudah berkeluarga dan yang masih gadis. Beberapa jenis Tengkul yaitu tengkulukPulau Rengas, tengkuluk daun kopi, tengkuluk melati teruarai, tengkuluk simpul cempaka.
Tengkuluk merupakan salah satu bukti adat budaya Bangsa Melayu Jambi, yang merupakan penutup kepala bagi kaum wanita. Tengkuluk ini di gunakan pada acara non formal ataupun Formal. Tengkuluk tidak hanya sekedar penutup kepala saja, tetapi alat penunjuk agama dan status sosial. Sampai saat ini tengkuluk masih tetap setia menjadi simbol kecantikan dan keluhuran budi wanita Melayu Jambi.
Ny. Hj. Warnis Muhamad selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kementerian Agama Prov. Jambi tak henti-hentinya mengajak kepada semua anggota agar aktif dalam setiap kegiatan Dharma Wanita. Terlebih lagi pada saat pertemuan rutin ini, karena sangat banyak manfaat yang kita dapatkan, selain bersilaturrahim sesama anggota Dharma Wanita, kita juga mendapatkan tambahan pengetahuan, bagaimana seharusnya kita menempatkan posisi tengkuluk bagi yang sudah berkeluarga dan yang masih gadis, dan jenis jenis tengkuluk.
Beliau juga menyampaikan pesan dari penasehat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama RI, yaitu janganlah terbang jika mendapat pujian, dan janganlah tumbang jika mendapat cacian. Ini mempunyai makna yang sangat dalam. (dw)