Peringati Isra’ Mi’raj 1447 H, Kemenag Tanjab Barat Tekankan Kedekatan Diri dan Tingkatkan Kualitas Ibadah Kepada Allah SWT
Senin, 19 Januari 2026 - 15:32 WIB
KUALA TUNGKAL (Kemenag) – Keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M yang berlangsung khidmat di Aula Kantor pada Senin (19/1). Acara dibuka dengan penampilan seni hadrah yang memukau dari siswa-siswi MTsN 1 Tanjung Jabung Barat, yang menambah nuansa religius di tengah kehadiran para pejabat dan pegawai. Hadir dalam acara tersebut Kasubbag TU, para Kasi, kagarazawa, seluruh Kepala Madrasah Negeri, Kepala KUA se-Kabupaten, Ketua Pokjawas beserta anggota, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Tanjab Barat beserta jajaran pengurusnya, dan seluruh ASN Kantor Kemenag Tanjab Barat.
Dalam arahannya, Kepala Kantor Kemenag Tanjab Barat, Dr. H. A. Rahman Sayuti, S.Ag, MH, menyampaikan bahwa momentum peringatan Isra’ Mi’raj ini merupakan sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar Aparatur Sipil Negara (ASN). Beliau menekankan pentingnya menjaga kekompakan di lingkungan kerja agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal. Selain sebagai ajang pertemuan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mengevaluasi kualitas dakwah yang disampaikan kepada umat.
Lebih lanjut, Dr. H. A. Rahman Sayuti memberikan catatan penting terkait kualitas ceramah. Beliau sangat berterima kasih atas tausiyah yang disampakan penceramah. Kakan Kemenag juga menegaskan bahwa seorang penceramah harus memiliki kepekaan sosial dengan mengetahui kondisi serta kebutuhan audiens yang dihadapi. "Penyampaian materi dakwah yang baik adalah yang mampu beradaptasi dengan situasi pendengarnya, sehingga pesan-pesan agama dapat diterima dengan tepat dan memberikan dampak positif bagi perilaku sehari-hari," ujar Kakan Kemenag dalam sambutannya.
Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Subhki, S.Pd.I, yang mengupas tafsir makna kata "Hamba" dalam Surah Al-Isra. Beliau menjelaskan bahwa istilah hamba mencerminkan kondisi spiritual tertinggi, di mana seorang muslim merasa sangat dekat dan memiliki ketergantungan penuh hanya kepada Allah SWT. Pemahaman mendalam mengenai status sebagai hamba diharapkan mampu meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan seluruh ASN Kemenag Tanjab Barat dalam menjalankan tugas maupun kehidupan pribadi.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah berupa makan siang bersama seluruh tamu undangan. Suasana kebersamaan tampak kental saat para pimpinan dan staf berbaur dalam jamuan tersebut, menyimbolkan keharmonisan keluarga besar Kemenag Tanjab Barat. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi penyemangat spiritual bagi seluruh pegawai dalam menyongsong tahun 2026 dengan dedikasi yang lebih tinggi.



