Diposting Pada: Senin, 13 November 2017
Keberkahan Dalam Bingkai Kerukunan


Keberkahan Dalam Bingkai KerukunanJambi (Inmas)--, “Dalam damai tercurah berkah Tuhan”, demikian statement senada empat tokoh agama (Islam, Katolik, Kristen dan Budha) saat diminta memberikan satu kalimat kunci berkenaan dengan keberhasilan kelurahan sungai pinang kecamatan bungo dani kabupaten bungo terpilih sebagai pemenang /juara pertama kelurahan sadar kerukunan tingkat Provinsi Jambi Tahun 2017. Damai hanya dapat terwujud manakala masyarakat yang berada didalamnya hidup rukun dalam keberagaman.

Tak dapat dipungkiri dalam kehidupan bermasyarakat, akan kita temui perbedaan baik agama, ras, suku, budaya, adat istiadat, tingkat pendidikan dan lain-lain. Namun, didesa ini kita tak akan temui perbedaan tersebut sebagai alasan perpecahan dan pemicu keretakan hubungan sosial bermasyarakat. Justru dalam perbedaan mereka mengerti indahnya toleransi, saling menghargai, bersatu hidup berdampingan. Slogan kerukunan dalam kebhinekaan, tercermin nyata dalam kehidupan sehari-hari warga desa.

“Sangat bangga kita syukuri bahwa pemerintah mengapresiasi kerukunan umat beragama warganya, di desa ini ada empat rumah ibadah yang berdekatan tapi dapat berelasi dengan baik”, tutur pastur Gading Johannes Sianipar, tokoh umat Katolik desa setempat. Tokoh agama juga memegang peranan penting terciptanya kerukunan umat, jika tokoh agama yang kata-katanya didengar dan jadi panutan mendorong agama dan umatnya untuk hidup mengasihi terhadap sesama tidak hanya umat agama nya saja tetapi ke semua umat manusia, maka umat akan mendapat ajaran yang sehat, imbuhnya.

Begitu pula hal yang sama di nyatakan oleh pendeta Albert Naingolan, tokoh agama Kristen “hal unik di desa ini adalah kerukunan masyarakatnya”. Ini karena di desa ini warganya memang sudah saling menerima satu dengan yang lain. Dapat saling bertoleransi dengan baik. Walaupan berbeda agama tidak menjadi halangan dalam pergaulan masyarakatnya. Mereka dapat ikut serta terlibat, saling membantu bekerjasama. Sesuai pepatah “dimana bumi dipijak disanalah langit di junjung” maka kerukunan akan terjaga dan terpelihara, tuturnya penuh semangat.

Sementara itu dari tokoh agama Budha, Purnomo menyatakan bahwa kami sangat menjaga tri kerukunan, berupaya memberikan pemahaman kepada umat tentang indahnya kebersamaan dalam keberagaman sehingga kita dapat nyaman dalam menjalankan aktifitas. Keterlibatan lintas umat beragama dalam kegiatan kemasyarakatan seperti, acara pernikahan, olah raga bersama merupakan hal biasa, mereka membaur bersama, ujarnya.

Terakhir tokoh agama yang berhasil ditemui dilapangan adalah H. Abu Hanifah, tokoh umat muslim. Beliau menuturkan bahwa ada beberapa hal yang sering dilakukan untuk menciptaka kehidupan bermasyarakat yang rukun di sini diantaranya pertama sering melakukan komunikasi dengan tokoh agama umat agama lain, dalam beragama untuk mengedepankan persamaan, yakni agama mengajarkan ajaran yang sama-sama mengajak kepada kebaikan. Kemudian membangun kesadaran dalam bertoleransi, selalu kerjasama di bidang kemasyarakatan.

Beliau menambahkan, “kalo kita sudah menjaga hubungan baik dengan sesama (baik seagama ataupun tidak) maka semuanya akan baik, kesejahteraan akan dicapai karena dalam hidup yang rukun damai kita tenang beraktifitas mencari rejeki”, terangnya. Dan kita umat muslim diajarkan untuk berbuat baik kepada semua manusia, tidak muslim saja supaya tidak tertimpa musibah. Artinya keberkahan, ridho Allah SWT tercurah dalam kehidupan umat yang damai.

Pasca ditetapkannya kelurahan sungai pinang sebagai kelurahan sadar kerukunan tingkat provinsi jambi tahun 2017, para pemuka agama (Islam, Katolik, Kristen, Budha) sepakat bahwa kedepan tantangan bersama untuk menjaga, memelihara dan meningkatkan kerukunan umat beragama menjadi tanggungjawab bersama dan peran tokoh agama tak kalah penting dalam membina umat yang toleran.

Kamis (9/11), Plt. Kakanwil saat melaunching kelurahan sungai pinang sebagai kelurahan sadar kerukunan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya pemerintah dalam pembinaan umat beragama untuk mewujudkan kerukunan umat beragama yang juga dilaksanakan di seluruh provinsi di Indonesia. Seluruh komponen masyarakat hendaknya terlibat menciptakan iklim yang kondusif dalam kehidupan umat beragama dan tokoh agama menyampaikan syiar agama yang menyejukkan.

“Desa ini menjadi icon kerukunan umat beragama di Provinsi Jambi”, ungkapnya. Sontak pernyataan Plt. Kakanwil ini mendapat riuh tepuk tangan dari seluruh masyarakat yang hadir. Tampak jelas rasa bangga warga kelurahan sungai pinang mendapat apresiasi seperti ini. (NV)

 


88x
Dibaca

BERITA LAINNYA:
Kakan Kemenag Merangin Meninjau First Day School
Kakan Kemenag Merangin Meninjau First Day School
Siswa MTsN Muara Tembesi Aktif Ikuti Pelajaran Tambahan
Siswa MTsN Muara Tembesi Aktif Ikuti Pelajaran Tambahan
Pengurus OSIS MTsN Bajubang Dilantik
Pengurus OSIS MTsN Bajubang Dilantik
Ekskul MAN 1 Disenangi Siswa
Ekskul MAN 1 Disenangi Siswa

 

http://jambi.kemenag.go.id
5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama: Integritas, Profesional, Inovasi, Tanggung jawab, dan Keteladanan
Diakses pada: 18 November 2017, 11:43:13 wib | Diproses dalam waktu : 0.1288 detik
Diakses dari ip address: 54.162.241.40
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
Copyright © 2017 Subbag Informasi dan Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi - Allright Reserved