Diposting Pada: Jumat, 13 Oktober 2017
Kemenag dan BI Kerjasama Kembangkan Ekonomi Pesantren


Kemenag dan BI Kerjasama Kembangkan Ekonomi PesantrenMedan (Kemenag) --- Kemenag menjalin kerjasama dengan Bank Indonesia untuk membangkitkan potensi ekonomi syariah, utamanya di kalangan pesantren. Hal ini disampaikan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Ahmac Zayadi di Surabaya.

Menurutnya, kerjasama ini bertujuan agar pendidikan autentik milik Indonesia ini tidak hanya fokus mencetak santri yang menguasai ilmu agama, tetapi juga membidani lahirnya unit-unit usaha. Selain berkontribusi dalam menopang biaya operasional, hal itu juga diharapkan dapat membangun distingsi keilmuan tafaqquh fiddin pada pondok-pondok pesantren.

Dalam kerangka itu, Kemenag dan BI ini saat ini tengah melakukan proses pemilihan Pondok-pondok Pesantren di Kawasan Timur, Jawa, dan Sumatera. Pesantren terpilih nantinya akan menjadi narasumber dalam International Festival Economic Syariah 2017.

Kegiatan seleksi ini telah diselenggarakan secara berjenjang dan bertahap pelaksanaannya di tiga bagian/wilayah Indonesia. Wilayah Indonesia Timur dilaksanakan di Makassar, Wilayah Jawa dilaksabakan di Bandung, dan Wilayah Sumatera dilaksanakan di Medan.

“Sinergitas menjadi faktor kunci untuk mengembangkan potensi ekonomi di pondok pesantren,” ungkap Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Ahmad Zayadi, yang menjadi salah satu juri dalam kegiatan ini di Medan, Selasa (10/10).

Selain dengan BI, Kemenag juga menjalin kerjasama dengan sejumlah Kementerian dan Lembaga Negara dalam rangka penguatan pondok pesantren. Menurut Ahmad Zayadi, jika kerjasama ini dibangun atas dasar prinsip profesionalitas dan daya saing yang tinggi, maka potensi keekonomian pondok pesantren akan semakin tumbuh, berkembang, dan memiliki skala bisnis yang lebih besar.

Ahmad Zayadi menambahkan, ada dua kebijakan Kemenag dalam pemberdayaan ekonomi pesantren, yaitu:

Pertama, mengambil inisiatif kerjasama dengan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) dan Kementerian Perindustrian, terutama dalam pengembangan kawasan industri melalui penyiapan tenaga kerja terampil lulusan pondok pesantren, serta sinkronisasi kawasan industri dan kawasan religius.

Kedua, bersama Bank Indonesia (BI) dan lembaga-lembaga lainnya mengembangkan kerjasama kemitraan dalam pemberdayaan ekonomi pesantren sekaligus penguatan ekonomi syariah. Untuk kemitraan ini, Kemenag bersama lembaga mitra telah menyiapkan template inkubasi bisnis untuk pesantren, roadmap virtual market produk pesantren, pelatihan usaha, dan festival produk pesantren.

“Program-program tersebut juga sangat relevan dengan salah satu ruhul ma’had (jiwa pesantren), yaitu jiwa kemandirian,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, lanjut Zayadi, semangat kewirausahaan kepada generasi muda, kaum santri juga harus ditularkan, mengingat jumlah wirausahawan hanya mencapai 1,65% dari total penduduk Indonesia. “Indonesia masih kalah jauh dibandingkan negara di kawasan Asia Tenggara lain seperti Singapura (7%), Malaysia (5%), dan Thailand (3%),” tandasnya. (PDPontren)

 


38x
Dibaca

BERITA LAINNYA:
Semarak 1 Muharram 1439 H,  MIN 2 Tanjab Timur Ikut Lomba
Semarak 1 Muharram 1439 H, MIN 2 Tanjab Timur Ikut Lomba
Anggota Pramuka MAN 4 Muaro Jambi Ikuti Pembayatan
Anggota Pramuka MAN 4 Muaro Jambi Ikuti Pembayatan
Puskesmas Muara Madras Bina UKGS MIN Muara Madras
Puskesmas Muara Madras Bina UKGS MIN Muara Madras
Partisipasi MTsN Teluk Pandak Ikuti Gerak Jalan Kerukunan Hari Amal Bhakti Ke-71
Partisipasi MTsN Teluk Pandak Ikuti Gerak Jalan Kerukunan Hari Amal Bhakti Ke-71

 

http://jambi.kemenag.go.id
5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama: Integritas, Profesional, Inovasi, Tanggung jawab, dan Keteladanan
Diakses pada: 24 Oktober 2017, 10:57:19 wib | Diproses dalam waktu : 0.0384 detik
Diakses dari ip address: 54.81.6.121
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
Copyright © 2017 Subbag Informasi dan Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi - Allright Reserved