Kuliner Jambi


1. Kopi AAA
Kopi AAA ini sekilas emang keliatan biasa banget, tapi ternyata kopi AAA sudah ada dari jaman dulu banget dan memang sudah menjadi kebangganan orang Jambi loh. Kopinya wangi dan pahit. Intense banget pokoknya.Kopi AAA itu katanya campuran antara kopi robusta dan kopi ekselsa (atau kopi liberica). Ini yang bikin kopi AAA itu khas, rasa robusta yang strong bercampur dengan liberica yang bright + fruity (plus katanya rendah caffeine).



Konon katanya di Indonesia jarang ada kopi ekselsa, tapi di Jambi ada 3 desa yang membudidayakan kopi ini. Kopi AAA banyak ditemui di kopitiam lokal. (Iya, di Jambi ada banyak kopitiam lokal yang mirip dengan kopitiam jadul di Singapore). Biasanya, di kopitiam kopitiam tersebut Kopi AAA dikonsumsi barengan dengan telur setengah matang, cakue goreng atau kaya toast

 
2.Mie Celor
Banyak banget yang mengira Mie Celor itu makanan khas dari Jambi. Tapi ternyata, ada yang bilang Mie Celor itu dari Palembang. Mie Celor ini mie kuning basah yang disiram pakai kuah. Setelah mencoba dua-duanya, ternyata Mie Celor Jambi dan Palembang agak beda. 

Mie Celor di Palembang menggunakan udang kering dan santan untuk kaldunya sehingga aromanya lebih tajam. Kadang kaldunya juga lebih kental seperti sagu. Sedangkan yang di Jambi cuma pakai santan aja. Rasanya lebih mild. Cocok banget untuk ditambahin cabe dan kecap manis! Mie Celor yang enak itu ada di Kopitiam Ahok dan di jajanan SD Xaverius 1. Numero uno.
 
3. Pempek
Memang sih, pempek asalnya dari Palembang. Tapi di Jambi ada banyak banget tempat makan pempek yang katanya sih, awalnya dibawa oleh orang yang ngungsi dari Palembang. Pempek legendaris di Jambi itu di Pempek Asiong. Kalau makan di Pempek Asiong, kita tinggal duduk dan pegawainya langsung menyajikan beberapa piring pempek layaknya di rumah makan padang 😉 Ada satu piring pempek goreng campur (bulat, lenjer, balok, dll), satu piring pempek keriting rebus, satu piring pempek kulit, satu piring pempek panggang, dan satu piring otak-otak. 

Cocolannya pake cuka dong 😉 Dan yang unik di Pempek Asiong ini dibanding tempat pempek lainnya, di cukanya dikasih potongan timur segar. Makan pempeknya juga makan aja sepuasnya seperti di RM Padang pada umumnya. Kalo udah selesai, baru minta dihitungin.
 
4. Mie Pangsit
Ini nih kuliner lokal kebanggaan orang Jambi. Mie Pangsit. Sekilas, mie ini keliatan seperti Mie Ayam biasa atau Mie Yamien. Tapi tekstur dan rasanya beda banget! Mie-nya kenyal dan tipis. Kuahnya ada sayuran, bakso-baksoan dan daging cincang. 

Dan yang juara nih, sambelnya! Sambelnya kental, manis dan asin. Gak afdol pokoknya kalau makan mie pangsit ga pake sambel. Beberapa tempat makan mie pangsit yang recommended: Mie Pasar Hongkong, Mie Akheng, Mie Ting An, dan Mie Gang Ria.
 


5. Nasi Gemuk
Duh kedengerannya serem ya? Nasinya bikin gemuk apa gimana? #panik
Nasi gemuk itu mirip dengan nasi uduk, guys. Tapi topping nya aja yang beda. Nasi Gemuk Jambi itu pake telor rebus, daging sapi suwir + saos sapinya yang manis, emping dan lagi lagi sambel manis khas Jambi. 

Biasanya sih, Nasi Gemuk ini dimakan waktu sarapan pagi. Salah satu tempat makan Nasi Gemuk favoritku yaitu di Rm. Chef Min2. Endeus!
 
6. Kwetiau
Di Jambi, ada banyak banget tempat makan yang hanya menjual Mie / Bihun / Kwetiau – baik siram maupun goreng. Yang biasanya dipesan orang sih mie siram atau kwetiau siram. Kamu harus cobain ini! Kwetiaunya digoreng dengan telor, lalu disiram kaldu yang gurih dan kental. Disajikan dengan sayuran dan bakso-baksoan. Beberapa rekomendasi tempat kwetiaw favoritku: RM. Lestari (Halal tapi enak banget!), Kwetiau Aliang, Kwetiau RM 71.


Sedikit tambahan info, kwetiau di Jambi itu dibuat dari tepung beras. Bentuknya jauh lebih tebal daripada kwetiau yang biasanya ada di Jakarta. Terus biasanya, kwetiaunya digoreng dulu dengan telur. Kemudian disiram dengan kuah kental yang ada daging, bakso, pangsit-pangsitan, sayur, dll. Biasanya, kuahnya ada aroma minyak wijen. Kemudian selain pakai sambal khas, orang di Jambi suka makan kwetiau pakai O Cho (literally cuka hitam). Beda 

7. Kue Kojo
Nah, kopi sudah, makanan beratnya sudah. Sekarang yang terakhir ada jajanan pasar. Kue ini wajib banget kamu cobain kalau lagi ke Jambi (atau Palembang)! Kuenya terbuat dari pandan dan santan, jadi aromanya kuat banget. Rasanya manis sekaligus gurih. 

Teksturnya mirip setengah kue setengah agar-agar. Unik kan? 😉 Kalau mau cari Kue Kojo bisa ke Kue Tradisional Talang Banjar (iya, ini nama tempat, bukan nama kue ;)) atau ke Pasar 
 


8. Teh Kajoe Aroe
 merupakan produk teh bermutu tinggi yang diproduksi oleh perkebunan teh di daerah Kerinci Provinsi Jambi. Perkebunan Teh Kajoe Aro seluas 3.020 hektar adalah perkebunan teh dalam satu hamparan terluas di dunia, berada pada ketinggian 1.400-1.600 meter dpl yang merupakan perkebunan teh tertinggi ke dua di dunia setelah perkebunan teh Darjeling di kaki Gunung Himalaya (4.000 m dpl). 
Semenjak perkebunan teh ini di Kabupaten Kerinci, Jambi, dibuka Hindia Belanda pada tahun 1926, ratu Belanda telah menjadikan Teh Kajoe Aro sebagai hidangan minuman istimewa. 


Tidak hanya ratu, masyarakat penggemar teh di Eropa dan Amerika juga sangat menggemari teh Kajoe Aro. Para pencinta teh yang gemar meracik sejumlah jenis teh untuk menciptakan rasa dan aroma baru masih menjadikan teh Kajoe Aro sebagai racikan utamanya. Perkebunan di sekitar kaki Gunung Kerinci ini memberikan teh beraroma orisinal dan lembut, dengan rasa sedikit kelat. 




9. Dodol Kentang
Kuliner berikutnya addalah dari daerah Kaling barat Provinsi Jambi, yakni Kerinci yang tidak hanya memiliki pemandangan alam yang indah, serta keanekaragaman budaya yang memukau namun juga memiliki makanan khas yang bisa dijadikan oleh-oleh untuk keluarga, usai berkunjung di Kerinci.     
Salah satu makanan khas kerinci yang saat ini semakin populer, adalah dodol kentang yang terdapat di Desa Lubuk Nagodang, Kecamatan Gunung Kerinci. Dodol kentang yang dibuat dari kentang bermutu tinggi, dari perkebunan disekitar lereng gunung kerinci, memiliki cita rasa yang sangat spesial.



Menariknya, produksi dodol kentang yang dibuat warga lubuk nagodang, memiliki citarasa yang beragam. Diantaranya rasa strobery, pandan, gula aren, duren, kacang, coklat.
 

10. Kue Padamaran
Kuliner berikutnya dari Jambi adalah kue Padamaran adalah jajanan khas dari Jambi. Terdiri dari tepung beras, santan dan aroma pandan yang dibuat seperti adonan bubur dengan wadah dari daun pisang berbentuk cup kecil, diberi gula merah, disiram sedikit santan kental trus dikukus. Kue ini banyak dijual pada bulan puasa di pasar Bedug. 

Kue ini tidak tahan lama karena menggunakan cukup banyak santan jadi harus selalu disimpan dalam keadaan dingin. Warna hijau dan aroma yang khas dari makanan ini berasal dari daun pandan yang ditumbuk dan diambil sarinya. 
 



11. Tempoyak
 
Tempoyak adalah masakan yang berasal dari buah durian yang difermentasi. Tempoyak merupakan makanan yang biasanya dikonsumsi sebagai lauk saat menyantap nasi. Tempoyak juga dapat dimakan langsung, namun hal ini jarang sekali dilakukan karena banyak yang tidak tahan dengan keasaman dan aroma dari tempoyak itu sendiri. Selain itu, tempoyak dijadikan bumbu masakan.


Citarasa dari Tempoyak adalah asam, karena terjadinya proses fermentasi pada daging buah durian yang menjadi bahan bakunya. di  Jambi sendiri tempoyak merupakan makanan khas yang begitu fenomenal karena citarasanya yang gurih.

 


 

http://jambi.kemenag.go.id
5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama: Integritas, Profesional, Inovasi, Tanggung jawab, dan Keteladanan
Diakses pada: 23 Agustus 2017, 22:36:40 wib | Diproses dalam waktu : 0.0008 detik
Diakses dari ip address: 54.81.46.194
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
Copyright © 2017 Subbag Informasi dan Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi - Allright Reserved