Wisata Religi Jambi


Provinsi Jambi merupakan sebuah provinsi yang berada di pesisir di bagian tengah Pulau Sumatera. Jambi sendiri adalah salah satu dari tiga provinsi di Indonesia yang nama ibukotanya bernama sama dengan nama provinsinya yakni selain Provinsi Bengkulu dan Provinsi Gorontalo. Konon sejarahnya, daerah Jambi masih bagian dari kerajaan melayu yang berpusat di sepanjang Sungai Batanghari berpusatkan kerajaaan di Dharmasraya Sumbar.

 

Sarana beserta prasarana di Provinsi Jambi pada saat ini sudah terbilang sangat baik, ada bermacam cara untuk bisa mengakses berbagai pelosok tempat wisata di kawasannya. Yang jelas obyek wisata di Provinsi Jambi sangat banyak, jikalau Anda seorang pecinta jalan-jalan, jangan sampai terlewatkan untuk berkunjung disini ya sobat.

 

Berikut sejumlah tempat-tempat wisata di Provinsi Jambi yang mungkin Kalian sukai dan kemudian bisa di cacat di daftar agenda berliburmu serta mengunjunginya;

 

1. Masjid Agung Al Falah

 

 

Nama lain dari masjid ini ialah Masjid 1000 Tiang walaupun fakta jumlah tiangnya hanya sebanyak 256 buah. Ternyata dan ternyata Masjid Agung Al Falah merupakan masjid terbesar di Provinsi Jambi, Indonesia. Di dalam cerita pembangunannya di mulai dari tahun 1971 dan selesai secara keseluruhan di tahun 1980.

 

Tanah berdirinya Masjid Agung tersebut dulunya adalah pusat kerajaan Melayu Jambi yakni di atas tanah seluas lebih dari 26.890 M2 / 2,7 ha, sementara luas bangunannya sekitar 6.400 M2 berukuran 80m x 80m. Memang bangunan ini dirancang sebagai bangunan terbuka tanpa pintu maupun jendela, bukan tidak memiliki suatu makna tapi memang begitulah adanya.
  

 

2. Masjid Keramat

 

 

Atau sebutan lainnya Masjid Ikhsaniyyah ialah masjid tertua di Kota Jambi, Jambi yang letaknya di seberang Sungai Batanghari pusat Kota Jambi, tepatnya berada di kawasan Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk. Didirikan oleh habib Syayid Idrus bin Hasan Al-jufri ( sultan yang pernah bekuasa di daerah tersebut pada abad ke-19 dengan bergelar Pangeran Wiro Kuumo ) pada tahun 1880.

 

Masjid Keramat didalamnya dipenuhi dengan hiasan kaligrafi berbagai rupa, sementara mimbar asli masih berdiri kelasik di sisi kanan mihrab. Beduk buatan terdahulu juga ada di bagian belakang ruang solat, ciri mencolok dari bangunan tersebut adalah banyaknnya jendela yang dipasang berpasangan mengelilingi masjid hanya di ruangan mihrab saja yang tak berjendela.

  

 

3. Masjid Agung Pondok Tinggi

 

 

Banguanan ini juga terbilang masjid tertua yang berada di Desa Pondok Tinggi, Kecamatan Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Jambi, Indonesia. Masjid Agung Pondok Tinggi dibangun pada tahun 1874 M yang menjadi saksi nyata penyebaran Islam. Menurut warga sekitar bahwa pembangunannya di mulai pada hari Rabu, 1 Juni 1874 dan selesai pada tahun 1902 dengan cara swadaya gotong royong warga muslim setempat.

 

Bentuk atap masjid ini berupa atap tumpang bersusun tiga yang mana makin ke atas makin kecil dan atap paling ujung berbentuk limas. Masjid yang sudah berusia 120 tahun ini telah dilengkapi dengan srana penunjang, seperti perpustakaan dan radio RSP ( Radio Suara pondok Tinggi ) yang berguna menyiarkan berbagai macam akivitas dakwah islam.

 

 

4. Candi Muaro Jambi

 

 

 

Merupakan sebuah kompleks percandian agama Hindu-Buddha terluas di Indonesia peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu. Kompleks ini terdapat di Kecamatan Muara Sebo, Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi, Indonesia. Candi Muaro Jambi adalah kompleks candi terbesar dan paling terawat di Pulau Sumatera, juga sudah dicalonkan menjadi Situs Warisan Dunia ke UNESCO pada tahun 2009 silam.

 

Terletak pada tanggul kuno Sungai Batanghari dengan luasnya 12 km persegi, panjang sekitar 7 km serta seluas 260 Ha yang membentang searah dengan jalur sungai. Di kompleks ini berisi sebanyak 61 candi yang sebagian besar masih berupa menapo ( gundukan tanah ) yang belum diokupasi. Selain itu terdapat pula kanal kuno buatan manusia, kolam penampungan air dan gundukan tanah dimana didalamnya terdapat struktur bata kuno.

 

5. Gentala Arasy

 

 

 

Walaupun masih terbilang bangunan baru, Gentala Arasy sudah menjadi ikon khas Kota Jambi yang dibangun di atas Sungai Batanghari dan menjadi sarana wisata penduduk maupun pengunjung Kota Jambi. Jembatan dan Menara Gentala Arasy dibangun pada tahun 2012, dan diresmikan oleh Bapak Jusuf Kalla.

 

Gentala Arasy sendiri merupakan sebuah menara ikonik yang menggambarkan tentang sejarah penyebaran Agama Islam di Kota Jambi. Bukan cuma menara seperti umumnya, menara ini juga digunakan sebagai museum islami yang menyimpan berbagai bukti dan sejarah perkembangan Islam di Kota Jambi.

 

Di kawasan menara tersebut para pengunjung bisa menikmati pemandangan lalu lintas kapal di Sungai Batanghari dan ketika malam hari dijadikan wisata kuliner juga. Wisata kuliner berlangsung dari sore hari hingga menjelang pagi dini hari dengan menu berbagai macam masakan khas Kota Jambi.

 


 

http://jambi.kemenag.go.id
5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama: Integritas, Profesional, Inovasi, Tanggung jawab, dan Keteladanan
Diakses pada: 21 Oktober 2017, 19:05:56 wib | Diproses dalam waktu : 0.0018 detik
Diakses dari ip address: 54.224.13.210
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
Copyright © 2017 Subbag Informasi dan Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi - Allright Reserved