Ka.Kanwil Serahkan Bantuan Pendidikan dari Baznas Provinsi Jambi Kepada125 Siswa Madrasah   Kontingen Jambi Raih 2 Medali Pada Pentas PAI Nasional di Makassar   Sosialisasikan Pemasangan Tengkuluk, DWP Kemenag Jambi Ikut Lestarikan Budaya Jambi   Pertama di Indonesia, Sekjen Kemenag RI Luncurkan Humas TV Kemenag Jambi   Ka.Kanwil Terima Penghargaan Satya Lencana Dharma Bhakti Pada Puncak Apel Pramuka Tahun 2019 Tingkat Provinsi Jambi  

Bubur Kacang Ijo Pelepas Kangen Kampung Halaman


Diposting pada: Senin, 09 September 2019
Ka.Kanwil Terima Penghargaan Satya Lencana Dharma Bhakti Pada Puncak Apel Pramuka Tahun 2019 Tingkat Provinsi Jambi

Fisiknya memang sudah menua, dengan langkah yang tidak begitu tegap namun semangatnya berhaji patutlah menjadi contoh dikala usia yang tidak lagi muda bahkan dengan orang yang seusianya hal ini mungkin tidak banyak yang bisa mengingat bahwa melaksanakan ibadah haji tentu setidaknya butuh kondisi fisik yang prima. Hal itu sepertinya tidak bagi Misni Pakusin Samiran lelaki kelahiran Jawa Timur 85 tahun yang silam. Semangatnya untuk pergi menunaikan rukun islam kelima patut menjadi contoh bagi banyak orang.

"Alhamdulillah ibadah yang dilakukan selama di tanah suci dapat dikerjakan dengan baik," ujarnya membuka pembicaraan.

Bubur kacang ijo menjadi penghangat dikala dinginnya udara malam hari yang terus menyergap kulit hingga ke dalam tulang, terlebih ia baru saja menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk sampai kembali ke tanah air.

"Pas ini buburnya pak, anget dan enak sekali," ucapnya sambil meneguk bubur kacang ijo yang memang masih hangat.

Bubur kacang ijo memang menjadi sajian khusus yang disediakan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Haji Antara Provinsi Jambi yang disuguhkan khusus kepada jamaah haji sesaat tiba di Asrama Haji.

Misni mengisahkan bahwa perjalanan hajinya tahun ini juga diikuti sejumlah kerabat sedusunnya dari sebuah dusun yang berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dusun Sidoarjo Sungai Serindit namanya.

"Ada Kasman sama Sutirah juga ikut naik haji bersama saya pak," sebutnya.

Sambil menyantap bubur kacang ijo, Misni melepas kangen dan rindu akan kampung halaman, maklum hampir 40 hari berada di tanah suci untuk pergi berhaji.

redaksi