Ka.Kanwil Buka Pelaksanan Pentas PAI Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2019   Pertama di Indonesia, Sekjen Kemenag RI Luncurkan Humas TV Kemenag Jambi   Ka.Kanwil Terima Penghargaan Satya Lencana Dharma Bhakti Pada Puncak Apel Pramuka Tahun 2019 Tingkat Provinsi Jambi   Provinsi Jambi memperoleh Kuota Haji Tambahan Tahun ini sebanyak 354 Orang, sehingga Total JCH Tahun ini sebanyak 3.253 Orang   Pelunasan BPIH Reguler Tahap I & II sebanyak 2.891 orang dari total kuota 2.899 atau capai 99,72%  

Ka.Kanwil : Guru Agama Harus Gemakan Moderasi Beragama


Diposting pada: Rabu, 14 Agustus 2019
Pelunasan BPIH Reguler Tahap I & II  sebanyak 2.891 orang dari total kuota 2.899 atau capai 99,72%

Jambi (Inmas) --Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, H.Muhamad membuka secara resmi kegiatan Dialog Lintas Agama dengan berbagai kalangan dan Profesi Angkatan IV Guru Pendidikan Agama Lintas Agama. Acara yang dilaksanakan di Hotel Nusa Wijaya diikuti sebanyak 30 orang peserta yang merupakan guru agama lintas agama di Provinsi Jambi.

"Guru agama sangat penting berkomunikasi dengan peserta didik dan mentransfer Ilmu Pengetahuan Agama, sebab di sisi lain guru merupakan tokoh agama di tengah-tengah masyarakat," kata Ka.Kanwil.

Lebih lanjut Ka.Kanwil menegaskan bahwa pembinaan guru agama ini sangat penting dilakukan dalam rangka menggemakan Moderasi Beragama yang merupakan salah satu mantra Kementerian Agama.

"Mengingat saat ini seringkali muncul konflik agama yang disebabkan berkembangnya paham keagamaan radikal serta berbagai aksi terorisme yang mengatasnamakan agama," tegas Ka.Kanwil.

Ka.Kanwil berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini, dapat dirumuskan Program Strategis dan kesepakatan bersama untuk membangun kerukunan umat beragama di Provinsi Jambi.

Sebelumnya Kasubbag Hukum dan Kerukunan Umat Beragama, H.Wahyudi mengungkapkan bahwa dilaksanakannya kegiatan dialog Lintas Agama dengan berbagai kalangan dan Profesi bertujuan sebagai bentuk pembinaan peran lembaga pendidikan dalam hal ini Guru Agama dalam mewujudkan kerukunan umat beragama, terutama untuk pencegahan konflik antar umat beragama. (sL/pas)