Ka.Kanwil Buka Pelaksanan Pentas PAI Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2019   Pertama di Indonesia, Sekjen Kemenag RI Luncurkan Humas TV Kemenag Jambi   Ka.Kanwil Terima Penghargaan Satya Lencana Dharma Bhakti Pada Puncak Apel Pramuka Tahun 2019 Tingkat Provinsi Jambi   Provinsi Jambi memperoleh Kuota Haji Tambahan Tahun ini sebanyak 354 Orang, sehingga Total JCH Tahun ini sebanyak 3.253 Orang   Pelunasan BPIH Reguler Tahap I & II sebanyak 2.891 orang dari total kuota 2.899 atau capai 99,72%  

2 Rumah Sakit Jalin Kerjasama Dengan Kanwil Kemenag Jambi


Diposting pada: Rabu, 14 Agustus 2019
Pelunasan BPIH Reguler Tahap I & II  sebanyak 2.891 orang dari total kuota 2.899 atau capai 99,72%

Bangun Kerjasama Pelayanan Rohaniawan

Jambi (Inmas) --Dua Rumah Sakit swasta yakni Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Baiturrahim, Selasa (13/8) menjalin kerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi. Acara penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan langsung Direktur Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Baiturrahim dengan Ka.Kanwil dengan disaksikan langsung Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil.

Direktur RS. Bhayangkara, AKBP dr.H.M.Elyandiko, Sp.AN,M.M mengungkapkan bahwa adapun kerjasama yang dilakukan dengan pihak Kanwil adalah kerjasama dalam pelayanan rohaniawan. Hal itu menurutnya penting dilakukan terutama bagi pasien rumah sakit yang sedang dalam keadaan kritis hingga meninggal.

"Terakhir, kami mendatangkan rohaniawan Buddha bagi pelayanan keagamaan ketika pasien di rumah sakit kami meninggal," ungkapnya.

Selanjutnya, Direktur Rumah Sakit Baiturrahim, Dody Alamsyah menyampaikan bahwa sebenarnya sudah ada petugas di Baiturrahim yang menangani pelayanan keagamaan, namun menurutnya kerjasama yang dibangun bersama pihak Kanwil Kemenag Provinsi Jambi sangat dibutuhkan mengingat pentingnya pelayanan rohaniawan di rumah sakit.

Ka.Kanwil, H.Muhamad menyebutkan bahwa salah satu tugas pokok Kementerian Agama adalah melayani masyarakat, salah satunya adalah pelayanan rohaniawan yang juga termasuk dalam aspek pelayanan rohaniawan di rumah sakit khususnya bagi pasien yang sedang kritis atau meninggal.

"Kami siap bekerjasama dengan pihak rumah sakit dalam hal pengadaan tenaga rohaniawan tersebut. "Pemerintah harus selalu ada di tengah- tengah masyarakat termasuk harus ada ketika kondisi masyarakat dalam keadaan demikian," kata Ka.Kanwil.

Menurut Ka.Kanwil, masyarakat juga harus tahu bahwa saat ini rumah sakit sudah menyiapkan pelayanan rohaniawan untuk pasien kritis atau meninggal. (sL/pas)