Diposting Pada: Jumat, 22 September 2017
Semarak 1 Muharram di Sarolangun, Mulai Dari Pawai Obor dan Zikir Akbar Hingga Renungan Yang Menguras Air Mata


Semarak 1 Muharram di Sarolangun, Mulai Dari Pawai Obor dan Zikir Akbar Hingga Renungan Yang Menguras Air Mata Sarolangun.kemenag.go.id (Inmas) – Ribuan peserta pawai obor menyemarakkan peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriah di Sarolangun. Pawai dilepas langsung oleh Bupati Sarolangun H. Cek Endra di Halaman Masjid Al-Falah Pasar Sarolangun, Rabu (20/9) malam.

Pawai dimulai pukul 19.00 WIB diikuti oleh seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, majelis taklim, dinas/instansi dalam Kabupaten Sarolangun. Rute yang ditempuh mulai Masjid Al-Falah kemudian berjalan mengitari Kota Sarolangun dan finish kembali di Masjid Al-Falah.

Kegiatan menyambut tahun baru Islam kali ini mengusung tema Menyemarakkan Syiar Masjid dan Musholla Dengan Gerakan Sholat Lima Waktu Secara Berjamaah. Mari Budayakan Mengaji Al-Quran Antara Maghrib dan Isya.

Setelah pawai keliling acara dilanjutkan dengan zikir bersama serta mendengarkan tausiyah yang dibawakan oleh Ust. H. Ahmad Taufiq Hasnuri. Para hadirin tampak khusuk mendengarkan tausiyah tersebut.

Sebagai renungan, Muharram adalah bulan yang teramat mulia yang mungkin kita tidak mengetahuinya. Muharram berkaitan dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat dari Mekkah ke Madinah yang menjadi tonggak sejarah dan mempunyai makna penting untuk kaum muslimin. Hijrah Rasulullah merupakan pertanda kebangkitan Islam karena sebelumnya diliputi suasana tidak kondusif di Mekkah.

Muharram adalah bulan muhasabah, yaitu menghitung-hitung diri. Inti dari muhasabah ialah siapa sebenarnya kita, dari mana kita dan untuk apa kita dihadirkan di dunia ini lalu setelah itu mau kemana kita?.

Hari-hari yang kita lalui tidak mungkin akan kembali lagi, kita tidak mungkin merubah fisik kita yang sudah mulai menua menjadi muda lagi. Maka jangan menghabiskan waktu hanya untuk merubah sesuatu yang tidak bisa kita rubah.

Yang terpenting adalah meningkatkan kualitas jati diri, esensi diri kita dengan memberikan konsumsi terhadap ruhaniah kita sehingga menghadap Allah SWT tidak dalam keadaan kecewa.

Mari kita introspeksi diri dan menebarkan energi positif bagi lingkungan di sekitar kita. Orang bijak pernah berkata : Wahai anak Adam. Dulu ketika kamu lahir dalam keadaan menangis sementara orang lain tertawa bahagia, apabila engkau nanti mati, matilah engkau dalam keadaan tersenyum bahagia sementara orang lain menangisimu. *Nef

 


196x
Dibaca

BERITA LAINNYA:
H. Ikbal Buka Rakor Bidang Pendidikan Madrasah
H. Ikbal Buka Rakor Bidang Pendidikan Madrasah
MTsS Lempur Luncurkan Logo Resmi, Visi, Misi dan Moto Madrasah
MTsS Lempur Luncurkan Logo Resmi, Visi, Misi dan Moto Madrasah
Siswa MI Sungai Jambu Telah Miliki NISN
Siswa MI Sungai Jambu Telah Miliki NISN
Semua ASN MTsN Muara Tembesi Sukses Entry Data LHKASN
Semua ASN MTsN Muara Tembesi Sukses Entry Data LHKASN

 

http://jambi.kemenag.go.id
5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama: Integritas, Profesional, Inovasi, Tanggung jawab, dan Keteladanan
Diakses pada: 24 September 2018, 04:57:23 wib | Diproses dalam waktu : 0.0879 detik
Diakses dari ip address: 54.158.199.217
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
Copyright © 2017 Subbag Informasi dan Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi - Allright Reserved