berita Terkini
  • Jumat, 22 Mei 2015, 14:52 Keluarga Besar Kemenag Bungo Peringati Isra Miraj Bungo (Kemenag) —Peringatan hari besar islam selalu menjadi agenda rutin setiap tahunnya di Kemenag Bungo yang bertujuan untuk meningkatkan semangat spiritualitas keagamaan demi tetap kokohnya keimanan sebagai umat islam. Seperti halnya pada Selasa, 18 April lalu, Keluarga Besar Kantor Kementerian Agama Kab. Bungo memperingati “peristiwa sakral dan spektakuler” yang dialami Rasulullah SAW yaitu Isra’ Mi’raj. Keluarga Besar Kankemenag Kab. Bungo terlihat antusias me...
  • Jumat, 22 Mei 2015, 14:47 MAN IC Jambi Jadi Bagian Kesuksesan Jambi Raih Juara 2 Kemah Pramuka Madrasah Tingkat Nasional Muaro Jambi (MAN IC Jambi) —Kabar gembira datang dari Bumi Perkemahan Lapangan Tembak Akademi Militer Pelempungan, Magelang, Jawa Tengah. Provinsi Jambi berhasil menyabet juara umum ke- II pada Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) I tahun 2015. Pencapaian gemilang tersebut tidak lepas dari ikhtiar dan doa yang telah dilakukan semaksimalnya. Jauh- jauh hari sebelum puncak keberangkatan ke Bumi Perkemahan, kontingen Provinsi Jambi dalam PPMN 2015, yaitu MAN Insan Cendekia untuk konti...
Link Banner
Renungan
  • MEMPERBANYAK IBADAH SUNNAH Sebagian kaum muslimin kadang tidak peduli dengan ibadah-ibadah sunnah. Mereka tidak mau mengamalkan kecuali ibadah yang wajib saja. Sebabnya karena mereka berkeyakinan bahwa ibadah yang dibebankan Allah ta'ala kepada mereka hanyalah ibadah-ibadah yang wajib saja dan itu sudah sangat mencukupi. Padahal, pada hakikatnya seorang muslim sangat butuh untuk menambah atau memperbanyak amal shalihnya khususnya amalan-amalan yang hukumnya sunnah. Alasan pertama: Agar seorang muslim memiliki tabungan amal kebaikan yang melimpah pada hari kiamat yang bisa ia gunakan untuk menutupi hak-hak orang lain yang belum tertunaikan. Seseorang itu, sekuat apapun berusaha untuk tidak melakukan dosa, kesalahan dan kezhaliman kepada orang lain, pasti ia tidak akan berhasil. Meskipun ia mengetahui dirinya amat sedikit melakukan kesalahan, namun kesalahan dan kezhaliman yang tidak ia ketahui bisa begitu banyak ia lakukan tanpa ia sadari. Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabatnya:"Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu? Mereka menjawab: Orang yang bangkrut dari kami adalah yang tidak memiliki dirham dan barang-barang. Lalu beliau bersabda: Orang yang bangkrut dari umatku adalah yang datang pada hari kiamat dengan amalan shalat, puasa dan zakat, ia datang namun pernah mencela ini, pernah menuduh itu, pernah makan harta ini, pernah mengucurkan darah itu, dan ia pun pernah memukul yang lainnya lagi. Lalu orang yang ini diberikan sebagian dari kebaikannya dan yang itu pun diberi dari sebagian kebaikannya. Apabila kebaikannya habis sebelum tanggungannya selesai, maka keburukan orang-orang itu akan diambil lalu ditimpakan kepada dirinya, lalu ia dilemparkan ke dalam neraka." (HR. Muslim) Alasan kedua: Karena amalan yang baik dapat menghapus amalan yang buruk.Hal ini sebagaimana yang Allah ta'la firmankan di dalam al-Qur'anul karim:"Ada seorang laki-laki yang pernah mencium seorang wanita (yang tidak halal baginya), lalu ia mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan menceritakan hal tersebut. Lalu Allah azza wa jalla menurunkan firman-Nya: "Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. (QS. Hud: 114)." Lalu orang itu bertanya: ya Rasulullah, apakah ini khusus untukku? Beliau menjawab: Untuk umatku seluruhnya." (HR. Bukhari) Alasan ketiga: Menggapai kecintaan Allah subhanahu wa ta'ala.Berkaitan dengan hal ini Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits di dalam kitab Shahih-nya dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Dan tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan yang lebih aku cintai dari pada amalan yang Aku wajibkan atasnya, dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga aku mencintainya. (HR. Bukhari) Alasan keempat: Amalan sunnah dapat melengkapi dan menyempurnakan kekurangan yang ada pada amalan wajib. Suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Sesungguhnya amalan seorang hamba yang pertama kali akan diperhitungkan pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik maka sungguh ia telah beruntung dan sukses. Namun apabila shalatnya rusak maka sungguh ia telah gagal dan merugi. Apabila amalan wajibnya ada yang kurang maka Rabb azza wa jalla berfirman: Perhatikanlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah, untuk menyempurnakan amalan wajib yang kurang, kemudian seluruh amalannya diperhitungkan seperti itu." (HR. Tirmidzi dengan derajat shohih) Oleh karena seseorang terkadang lalai dari mengerjakan amalan wajib, maka hendaklah ia memperbanyak amalan sunnah, yang dengannya dapat dijadikan sebagai penyempurna kewajiban-kewajiban yang terlewatkan. Semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita untuk memperbanyak amalan-amalan sunnah hingga akhir hayat. Amin. Wallahu 'alam.
  • Galeri Video
    FAQ
    Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.142253 detik
    Diakses dari alamat : 10.1.7.64
    Jumlah pengunjung: 3687322
    Lihat versi mobile
    Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
    © Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.