berita Terkini
  • Senin, 27 April 2015, 14:33 Kanwil Kementerian Agama Prov.jambi Menjadi Pemateri di Forum Diskusi Jambi Jambi(humas)—Dalam rangka kegiatan pelatihan dan diskusi forum diskusi Jambi (FDC) yang diselenggarakan pada hari senin (27 april 2015) di Aula LPMP Jambi, Kakanwil kementerian agama provinsi Jambi Drs. H.M.Thahir,M.HI berkesempatan menjadi pamateri dengan tema pendidikan nasional/pendidikan agama dan Ancaman ISIS. Menurut ketua Panitia forum Diskusi Jambi (FDJ) Muhammad Amrullah, beliau mengatakan ambillah tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada tenaga pendidik agar ma...
  • Senin, 27 April 2015, 14:01 HARI INI MTSN MUARA TEMBESI UTUS 13 ORANG SISWA UNTUK MENGIKUTI PERLOMBAAN SENAM SKJ DI LAPANGAN GARUDA MUARA BULIAN Batang Hari (MTsN Muara Tembesi)--Sesuai dengan hari yang telah ditentukan pada hari ini tepatnya tanggal 23 April 2015 MTsN Muara Tembesi utus siswa sebanyak 13 orang untuk mengikuti perlombaan SKJ 2012 di lapangan garuda Muara Bulian. Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini yaitu SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA se Kabupaten Batang Hari. Diungkapkan oleh Ibu Wakasis Syofia Rita. Y, S.Pd bahwa pada hari ini kita telah mengutus siswa sebanyak 13 orang untuk mengikuti perlombaan SKJ 2012 di lapangan ga...
Link Banner
Renungan
  • KISAH TELADAN ISTRI RASULULLAH (BAG. 3) Sosok terakhir adalah Ummu Salamah. Ummu Salamah adalah seorang janda dari salah satu sahabat Rasul, namanya Abu Salamah. Ketika kehilangan suaminya, beliau tidak berniat menikah lagi karena berpikir bagi orang sepertinya, mendapatkan Abu Salamah sebagai sosok suami adalah karunia terbaik dari Allah SWT. Ia tidak merasa pantas untuk mendapat yang lebih baik lagi dari itu. Namun, ternyata Rasul melamar beliau. Tidak serta merta, Ummu Salamah menerima lamaran itu. Ia menyampaikan kepada Rasul bahwa ia tidaklah pantas mendampingi Rasul dengan tiga alasan, yaitu 1) ia sudah tua sehingga tidak akan maksimal untuk mengurus Rasul, 2) ia memiliki banyak anak sehingga khawatir akan membebani Rasul, dan 3) ia seorang pencemburu sehingga bisa saja sifat ini memengaruhi keharmonisan rumah tangga Rasul. Namun, Rasul membalas ketiga pernyataan itu dengan sangat bijak dan penyayang, yaitu 1) saya pun sudah tua. Jadi, mari kita habiskan masa tua bersama, 2) anak mu pun akan menjadi anakku juga, 3) aku akan minta kepada Allah SWT untuk menghilangkan sifat itu dari hatimu. Romantis ya Rasul itu? Akhirnya Ummu Salamah menerima pinangan Rasul. Dengan do'a Rasul, sifat pencemburu Ummu Salamah pun hilang. Ummu Salamah dikenal sebagai pribadi yang berinisiatif tinggi, bijaksana dalam menengahi perkara, dan berpikir jauh ke depan. Dengan sifat tersebut, Rasul sering meminta pertimbangan dan masukannya jika menghadapi masalah. Pribadi bijaksana Ummu Salamah tercermin ketika ia berinisiatif mengajak istri-istri Rasul untuk berdiskusi tentang kunjungan bergilir ketika Rasul sakit. Dalam kondisi sakit, Rasul tetap adil dan memenuhi janji untuk berkunjung ke setiap istrinya dan Ummu Salamah melihat hal itu sangat memberatkan Rasul. Kemudian, Ummu Salamah mengusulkan agar istri-istri Rasul saja yang berkunjung ke satu tempat untuk bertemu Rasul. Maka pertanyaan selanjutnya, siapakah rumah istri Rasul yang menjadi tempat Rasul singgah? Tentu saja semua istri Rasul menginginkan kesempatan itu. Namun, tidak bagi Ummu Salamah. Dengan bijaksana dan berbesar hati, beliau mengusulkan rumah Aisyah sebagai tempat persinggahan karena Aisyah adalah istri yang paling disayang Rasul dan Aisyah adalah yang paling muda, sehingga dinilai memiliki fisik paling baik untuk merawat Rasul. Selain itu, rumah Aisyah paling dekat dengan masjid sehingga lebih mudah bagi Rasul untuk salat pada awal waktu di masjid. Sungguh pertimbangan yang kompeherensif dan tidak didasari emosi belaka, bukan? Kisah lain adalah ketika Rasul merasa bingung bagaimana mengajak jama'ah haji laki-laki di Mekah untuk mencukur rambut selepas berhaji. Rasul sudah menyampaikan untuk bercukur, tetapi tidak satu pun dari mereka langsung bergerak melaksanakan perintahnya. Rasul pun menceritakan pada Ummu Salamah dan dengan bijak dan solutif beliau menjawab, "Ya Rasulullah, mereka bukan tidak ingin menjalankan perintahmu. Hanya saja, mereka mungkin bertanya-tanya bagaimana cara mencukur rambut yang benar dan berharap engkau mencontohkan kepada mereka. Dengan engkau datang kepada mereka dan menunjukkan bagaimana bercukur sesuai syariat Islam, pasti mereka akan langsung melaksanakannya." Kemudian benar yang dikatakan Ummu Salamah, semua langsung bercukur setelah Rasul mencontohkan. Begitulah Islam mencontohkan salah satu karakter wanita Muslim dari seorang Ummu Salamah bahwa seorang perempuan harus penuh dengan ide-ide dan bisa menawarkan solusi-solusi yang baik. Inilah sekelumit kisah tentang istri-istri Rasulullah beserta teladannya.Mungkin kita setuju dengan ungkapan : "Di belakang suami yang hebat, ada istri yang hebat. Atau sebaliknya, di belakang istri yang hebat ada suami yang hebat. Setidaknya itu terlihat dari rumah tangga Rasulullah. Dengan hadirnya ketiga sosok perempuan hebat dalam sejarah Islam itu membuktikan betapa Allah SWT telah menyiapkan model perempuan masa kini begitu sangat baik melalu sosok-sosok di atas. Jika tidak ada ketiga sosok itu, entahlah mungkin kita tidak tahu harus mencontoh siapa. Wallahu'alam.
  • Galeri Video
    FAQ
    Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.151529 detik
    Diakses dari alamat : 103.7.12.72
    Jumlah pengunjung: 3601984
    Lihat versi mobile
    Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
    © Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.