berita Terkini
  • Kamis, 30 Juni 2016, 14:47 Pembangunan Gedung Kantor Kemenag Kerinci Mendesak! Kerinci (Kemenag) — Pembangunan Gedung Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kerinci dinilai merupakan kebutuhan yang mendesak. Hal ini dikarenakan sejak dimekarkannya Kantor Kemenag Kerinci menjadi 2 Kantor Kemenag Kab. Kerinci dan Kemenag Kota Sungai Penuh, ditandai dengan keluarnya Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2012 tentang Pembentukan Kantor Kementerian Agama Kota Sungai Penuh. Namun hingga saat ini pembangunan Gedung Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kerinci belum juga mendapa...
  • Kamis, 30 Juni 2016, 14:46 Tim Safari Ramadhan Pemprov Jambi Kunjungi Masjid Al-Mujahiddin Siulak Kerinci (KUA Siulak) — Masjid Al-mujahidin Siulak dikunjungi oleh Tim Safari Ramadhan dari Provinsi Jambi didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama, Drs. Nahrizal, Bupati Kerinci dan Ketua MUI Kabupaten Kerinci, sekaligus dalam rangka Pengukuhan Pengurus Dewan Masjid Kabupaten Kerinci. Sebelum kegiatan dimulai, Tim SAFARA beserta rombongan terlebih dahulu mengadakan buka puasa bersama di rumah Bupati kerinci, yang lokasinya tidak jauh dari masjid Al-Mujahidin Siulak. Masyarakat Siulak sa...
Link Banner
Renungan
  • HUKUM IMSAK DALAM SAHUR Di banyak daerah, kita menjumpai adanya batasan waktu bagi orang yang akan berpuasa untuk berhenti dari makan dan minum ketika sahur. Hal ini diistilahkan dengaan imsak. Biasanya waktu imsak ditetapkan sekitar sepuluh menit sebelum waktu fajar terbit (waktu azan shalat Subuh). Demi menghindari waktu imsak ini, banyak kaum muslimin yang memulai makan sahur jauh sebelum waktu azan Subuh tiba. Bahkan sebagian dari mereka yang terlambat bangun menjelang waktu imsak, terburu-buru makan dan minum meskipun hanya sedikit. Sedangkan mereka yang bangun setelah waktu imsak, malah tidak makan sama sekali karena beranggapan bahwa makan dan minum setelah waktu imsak tidak diperbolehkan. Yang menjadi pertanyaan adalah: apakah penetapan batas waktu imsak ini dikenal di dalam agama, dan benarkah bila waktu imsak tiba seseorang yang akan berpuasa tidak boleh lagi bagi dia untuk makan sahur? Ketahuilah, bahwasanya penentuan batasan waktu larangan sahur sebelum azan Subuh (imsak) adalah bertentangan dengan berbagai dalil yang shahih di dalam Al Qur'an dan sunnah. Al Qur'an dan sunnah justru menerangkan bahwa batasan akhir waktu sahur adalah ketika terbitnya fajar shadiq atau ketika masuk waktu shalat Subuh. Di antara dalilnya adalah sebagai berikut: 1. Firman Allah ta'ala: "Makan dan minumlah kalian hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." [QS Al Baqarah: 187] Di dalam ayat di atas sangat jelas disebutkan bahwa makan dan minum atau sahur boleh dilakukan sampai fajar tiba, yaitu ketika masuknya waktu shalat Subuh. 2. Hadits Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhuma, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:"Sesungguhnya Bilal mengumandangkan azan (pertama) di waktu malam. Maka makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan (kedua)." [HR Al Bukhari (617) dan Muslim (1092)] Hadits di atas menerangkan dengan jelas bahwa makan sahur boleh dilakukan sepanjang azan kedua atau azan Subuh belum dikumandangkan. Apabila azan Subuh sudah dikumandangkan maka berarti waktu sahur telah selesai. 3. Hadits Abdullah bin Abbas radhiallahu 'anhuma, bahwasanya Nabi SAW bersabda:"Fajar ada dua macam: Fajar yang mengharamkan makanan dan boleh shalat padanya, dan fajar yang haram shalat padanya dan halal makanan padanya." [HR Ibnu Khuzaimah (1/52/2) dan Al Hakim (1/452). Hadits shahih]. Makna hadits di atas adalah ketika fajar pertama (fajar kadzib) muncul, seseorang diharamkan untuk melaksanakan shalat Subuh dan masih boleh makan sahur. Adapun ketika fajar kedua (fajar shadiq) terbit, maka seseorang sudah diharamkan untuk sahur dan sudah diperbolehkan untuk melaksanakan shalat Subuh. 4. Dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu, dari Zaid bin Tsabit radhiallahu 'anhu, dia berkata: "Kami makan sahur bersama Nabi SAW kemudian beliau berdiri untuk shalat. Saya (Anas bin Malik) bertanya: "Berapa lama waktu antara azan dan sahur?" Dia menjawab:"Sekitar (bacaan sebanyak) lima puluh ayat." [HR Al Bukhari (1921) dan Muslim (1097)] Hadits ini menerangkan bahwa Rasul SAW baru memulai makan sahur sekitar 10 hingga 15 menit sebelum shalat Subuh dimulai atau sekitar membaca 50 ayat dengan tartil. Wallahu 'alam....
  • Galeri Video
    FAQ
    Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 2.664124 detik
    Diakses dari alamat : 103.7.12.240
    Jumlah pengunjung: 4812660
    Lihat versi mobile
    Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
    © Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.