berita Terkini
  • Kamis, 26 Mei 2016, 10:37 Guru MTsN Maro Sebo Ulu Gunakan IT Dalam Perekapan Nilai Semester Genap Batanghari (MTsN Maro Sebo Ulu) —Pasca ujian semester genap dan ujian remedial, guru-guru mata pelajaran dan para wali kelas MTs Negeri Maro Sebo Ulu disibukkan dengan merekap nilai, dimulai dari nilai harian, ulangan, tugas, mid semester hingga ujian semester genap. Hal ini dikarenakan nilai yang direkap mengacu kepada Kurikulum 2013 bagi siswa-siswi kelas VII dan VIII. "Perekapan nilai semester ini bagi guru-guru MTs Negeri Maro Sebo Ulu untukyang kesekian kalinya dengan menggunakan pen...
  • Kamis, 26 Mei 2016, 10:34 MAN 1 Kuala Tungkal Kembali Ukir Prstasi Tanjab Barat (MAN 1 Kuala Tungkal) —Abdurrohim salah seorang siswa MAN 1 Kuala Tungkal berhasil meraih juara III dalam ajang O2SN Tingkat SMA se-Provinsi Jambi. Pada even yang diadakan mulai tanggal 19 sampai 22 Mei 2016 yang berpusatdi Hotel Ratu resident tehok jambi itu ,dari Man 1 kuala tungkaldikirimlah tiga orang siswa/i untuk mewakili kabupaten Tanjab Barat atasnama Andi fardela di cabang catur, Abdurrohim di cabang Bulu tangkis, dankhusnul Khotimah di cabang Lompat Jauh,yang mana me...
Link Banner
Renungan
  • UJIAN TERBERAT DAN NASIHAT TERBAIK Ujian terberat yang dirasakan seorang mukmin di dunia ini adalah kematian. Alasannya karena kematian memisahkan kita dengan orang-orang yang kita cintai dan mustahil kita jumpai kembali di dunia ini. Beda dengan kehilangan harta, jabatan, dan sebagainya yang dengan usaha keras, insya Allah, bisa kita peroleh kembali (bahkan seringkali gantinya lebih baik). Sebagaimana halnya ujian lainnya yang tingkat kesulitannya berbeda-beda tergantung kapasitas orangnya, begitu pun kematian. Semakin berat iman seseorang, semakin berat pula ujian kematian yang dialaminya. Karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling berat imannya maka beliau pula lah yang merasakan ujian kematian yang paling berat. Sejarah menunjukkan ini. Sebelum lahir beliau telah ditinggal ayahnya, semasih bayi beliau telah ditinggal ibunya, semasa remaja beliau ditinggal kakeknya yang menjadi pengganti kedua orangtuanya, setelah menikah beliau ditinggal istrinya dan pamannya yang menjadi pembela beliau menghadapi kejahilan kaumnya, semua anak lelaki beliau (3 orang) meninggal sewaktu masih bayi, dan 4 anak perempuan beliau meninggal ketika kecil kecuali Fathimah Radhiyallahu 'anha. Kita harus senantiasa bersabar ketika ditimpa ujian kematian. Hendaknya kita selalu ingat bahwa kita ini berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:"Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". (QS 2: 156) Karena pada hakikatnya semuanya adalah milik Allah SWT maka apa yang kita miliki termasuk nyawa adalah pinjaman dari Allah. Barang berupa pinjaman memiliki 2 arti: kapan saja ia bisa diambil oleh si pemilik dan kita tidak pantas pamer dengannya. Tidak bisa kita menolak jika panggilan ajal telah datang dan tidak pantas kita sombong dengan berbagai "kelebihan" yang kita miliki. Selain sebagai ujian terberat, peristiwa kematian juga telah cukup sebagai nasihat bahwa kita suatu saat akan mati dan mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita. Tidak perlu nasihat lainnya lagi. Nah, karena kematian tidak ada syaratnya (bukan usia tua, kesehatan, dan sebagainya) maka kita harus siap setiap saat. Semoga ketika kematian menjemput, kita sedang mengenakan pakaian yang terbaik yakni pakaian takwa. kematian adalah ujian terberat di dunia ini. Di samping pedihnya hati akibat ditinggal orang-orang yang kita cintai, perihnya kematian akan kita rasakan ketika kita sendiri akan mati. Kita mengenal peristiwa sakaratul maut menjelang nyawa dicabut yang menurut berbagai keterangan sangat menyakitkan. Ibnu Abi Ad-Dunya rahimahullah meriwayatkan dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu 'anhu, ia berkata:"Kematian adalah kengerian yang paling dahsyat di dunia dan akhirat bagi orang yang beriman. Kematian lebih menyakitkan dari goresan gergaji, sayatan gunting, panasnya air mendidih di bejana. Seandainya ada mayat yang dibangkitkan dan menceritakan kepada penduduk dunia tentang sakitnya kematian, niscaya penghuni dunia tidak akan nyaman dengan hidupnya dan tidak nyenyak dalam tidurnya". Tentang sakitnya sakaratul maut, para nabi pun merasakannya. Bahkan Rasulullah Saw sebagai pemimpin para nabi dan kekasih Allah tampak sangat menderita menjelang kematiannya. Mengenai ini Aisyah ra. sampai berkata (menurut riwayat Tirmidzi),"Aku tidak iri kepada siapapun atas kemudahan kematian(nya), sesudah aku melihat kepedihan kematian pada Rasulullah". Akan tetapi derita yang dirasakan orang-orang saleh menjelang kematiannya tentu saja berbeda dengan yang dirasakan oleh orang-orang kafir. Bagi orang saleh derita sakaratul maut bertujuan untuk menambah kemuliaannya dan menghapus kesalahannya sedangkan bagi pelaku maksiat derita itu adalah hukuman atas kejahatannya. Adalah wajar dalam Islam jika orang yang paling kuat imannya mendapatkan ujian (beban) yang paling berat. Mudah-mudahan peristiwa kematian khususnya orang-orang yang kita cintai senantiasa menjadi nasihat bagi kita untuk mengisi hidup ini dengan berbagai kebaikan dan menjauhi berbagai keburukan. Wallahu 'alam....
  • Galeri Video
    FAQ
    Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.060341 detik
    Diakses dari alamat : 103.7.12.240
    Jumlah pengunjung: 4742012
    Lihat versi mobile
    Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
    © Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.