Selasa, 5 Februari 2013, 05:32 – Kankemenag
Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) di Kemenag Kab. Tanjab Timur

Ma. Sabak(Tanjabtim)—Humas Kantor Kementerian Agama Kab.Tanjung Jabung Timur mengadakan Hari Besar Islam yaitu Maulid Nabi Muhammad SAW, hari kamis,tanggal 31 Januari 2013 bertepatan dengan 19 Rabiul Awal 1434 H, Kepala Kantor Kementerian Agama H.Syakroni, S.Ag secara langsung membuka acara tersebut yang dihadiri oleh ,Kepala Kantor,Kasi,Kepala KUA, Kepala Madrasah serta PNS Satker Kemenag, Satker KUA, Satker Madrasah,dan karyawan/ti kemenag se-Kabupaten Tanjung Jabung Timur.Hadir Sebagai Penceramah atau Tausiyah adalah Al Ustad Zakaria Ansori, S.Ag, MH.acara juga dmeriahkan oleh Pembacaan Al-Barzanji Natsar yang dibawakan oleh Staf Kemenag Tanjabtim dkk.

Dalam Sambutannya Kepala Kantor Kementerian Agama H.Syakroni, S.Ag mengatakan bahwa Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) adalah merupakan hari dimana terdapat beberapa hikmah didalammnya pada hari ini adalah kita kenal sebagai kelahiran Nabi besar Muhammad SAW, jadi sudah sepantasnyakita sebagai seseorang yang mencintainya untuk senantiasa merayakan Miladnya sebagai sarana untuk lebih mencintai ketauladanannya, tukasnya.

Peringatan Maulid rasul bukanlah untuk menjadikannya salah satu perayaan ibadah tapi hanya sekadar untuk mengingatkan dan mensyukuri akan kelahiran Nabi kita yang menjadi pembimbing kita keluar dari kegelapan. Menurut Ibnu al-Hajj, “Menjadi satu kewajiban bagi kita untuk membanyakkan kesyukuran kita kepada Allah setiap hari Isnin bulan Rabi’ul Awwal kerana Dia telah mengurniakan kepada kita nikmat yang besar yaitu diutusNya Nabi (s.a.w) untuk menyampaikan Islam kepada kita dan menyebarkan islam.

Dengan adanya perayaan Maulid rasul maka kita akan dapat memperkenalkan muslimin siapa itu Muhamaad dan secara tak langsung kita akan membuatkan hati Muslimin tergerak untuk berselawat keatas Nabi (s.a.w) ,meniru akhlak nabi dan meniru segala perbuatan baginda dan memuji baginda yang merupakan satu perkara yang diperintahkan oleh Allah di dalam ayat,“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat berselawat kepada Nabi, wahai orang-orang yang beriman ! berselawatlah kamu dan berilah salam kepadanya”.

Perayaan ini dilakukan adalah semata untuk memperingati hari kelahiran baginda dan ia secara tidak langsung akan membuka ruang bagi kita untuk memperingati perkara-perkara lain yang berkaitan dengan baginda. Apabila ini kita lakukan, Allah akan redha pada kita, kerana kita akan lebih bersedia untuk mengetahui sirah baginda dan lebih bersedia untuk mencontohi dan mengamalkan ahklak baginda dan memperbaiki kealpaan kita. Itulah sebabnya, kenapa sambutan hari lahir baginda merupakan satu rahmat buat kita semua.Karena Rasul adalah panutan kita dan ia mempunyai akhlak yang mulia seperti Firman Allah didalam Al-Quran, “Sesungguhnya engkaumempunyai ahklak yang mulia” (al-Qalam: 4).

Dan bila kita melewati kembali sirah Nabi, antara cara Nabi ingin meningkatkan semangat juang para sahabat yang lain ialah memuji diri rasul dan bercerita mengenai akhlak nya dengan bersayembara syair. Ini telah dinyatakan oleh Al-hafiz Ibnu Kathir didalam kitabnya bahwa para Sahabat ada yang meriwayatkan bahwa Nabi (s.a.w) memuji nama baginda dan membaca syair mengenai rasul semasa peperangan Hunayn untuk membakar semangat para Sahabat dan menakutkan para musuh. Pada hari itu baginda berkata,“Aku adalah Rasulullah! Ini bukanlah dusta. Aku anak Abdul Mutalib

Rasulullah (s.a.w) sebenarnya sangat bergembira dan menyukai mereka yang memuji rasul karena ia merupakan perintah Allah dan rasul memberi kepada mereka apa yang Allah anugerahkan kepada baginda. Apabila kita bersama-sama berkumpul untuk mendekati Nabi (s.a.w), kita sebenarnya juga, melakukansesuatu untuk mendekatkan diri kita kepada Allah justru karena mendekati Nabi (s.a.w) akan membuatkan Allah ridho kepada kita. Terdapat juga hadits riwayat Bukhari didalam al-Adab al-mufrad (bukan semua hadis didalam ini adalah sahih) dan kitab-kitab lain, Rasulullah (s.a.w) bersabda,“Terdapat hikmah di dalam syair”; dan karena itu bapak saudara Nabi (s.a.w) Al-‘Abbas mengarang syair memuji kelahiran Nabi (s.a.w) seperti didalam rangkap berikut:

“Dikala dikau dilahirkan , bumi bersinar terang Hingga nyaris pasak bumi tidak mampu untuk menanggung cahaya mu, Dan kami dapat terus melangkah Lantaran kerana sinar dan cahaya dan jalan yang terpimpin.”Msh (Humas)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.076472 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.54
Jumlah pengunjung: 3328526
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.