berita Terkini
  • Jumat, 24 April 2015, 15:01 Meriah Peringatan Hari Kartini, Siswa MTsN Kuala Tungkal Mengadakan Lomba Miss Kartini 2015 Tanjab barat (MTsN Kuala Tungkal)-–Bertepatan dengan hari Selasa kemarin 21 April 2015, siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Kuala tungkal memperingati hari kartini dengan cara mengadakan lomba pemilihan MISS KARTINI 2015, pembacaan puisi, dan lomba menyanyi solo lagu kartini. Ikut berpartisipasi dalam memeriahkan peringatan hari kartini, Siswa melakukan kegiatan fashion show untuk pemilihan MISS KARTINI 2015 yang diikuti oleh perwakilan masing-masing kelas. Kegiatan yang dilaksanakan ini men...
  • Jumat, 24 April 2015, 14:58 GROUP SEPAK BOLA MTSN MUARA TEMBESI RAIH SKOR 3-2 DI MEDAN PERTANDINGAN LPI MUARA BULIAN PADA HARI INI Batang Hari (MTsN Muara Tembesi)--Pada hari ini tepatnya tanggal 21 April 2015 group Sepak Bola MTsN Muara Tembesi berhasil meraih skor 3-2 di medan pertandingan LPI yang dilaksanakan di Lapangan Garuda Muara Bulian. Alhamdulillah pada hari ini kemenangan berpihak ke MTsN Muara Tembesi ucapan tersebut dilontarkan oleh Bapak Pembina OSIS MTsN Muara Tembesi Syahrul Ependi, S.Pd.I. Kita patut bersyukur pada tampilan pertama pertandingan sepak bola ini group sepak bola kita diberi kemenangan oleh A...
Link Banner
Renungan
  • KISAH TELADAN ISTRI RASULULLAH (BAG 2) Aisyah binti Abu Bakar kisah tentang istri ke-dua Rasululloh, Aisyah. Sosok Aisyah lebih banyak meneladani bahwa setiap perempuan harus berilmu dan pandai. Humairah, begitu panggilan kesayangan bagi Aisyah, menikah dengan Rasul ketika berumur 7 tahun. Ketika itu, hanya dilaksanakan akad nikah saja. Aisyah tinggal dengan Rasul ketika berumur 9 tahun. Ketika Aisyah belum baligh, Rasulullah memperlakukan Aisyah layaknya seorang anak. Beliau memposisikan diri sebagai kakak atau orang tua yang selalu mengayomi. Di masa kini, sering ada anggapan bahwa menikahi anak di bawah umur adalah sunah Rasul. Padahal konteksnya sudah berbeda. Allah SWT memerintahkan Rasul menikahi Aisyah di umurnya yang belia dengan tujuan menciptakan generasi perempuan Islam. Aisyah dipersiapkan sebagai da'iyah pertama yang siap mendidik kaum perempuan pada masa itu. Aisyah dinikahi Rasul sejak kecil agar mendapat pendidikan langsung dari Rasulullah sedari muda. Lalu, kenapa harus menikah? Pertimbangannya adalah bahwa satu-satunya mahram yang paling mungkin berinteraksi dalam segala aspek kehidupan dengan Rasulullah adalah istrinya sendiri. Siapa yang paling bisa mendidik wanita kecuali Rasul? Sebagai istri dan tinggal serumah dengan Rasul sejak kecil, Aisyah akan terpapar pada lingkungan pendidikan paling dekat dengan Rasul. Ia bisa bertanya apa saja, termasuk aspek kewanitaan, dan kapan pun pertanyaan itu terlintas. Di sini Rasul akan selalu siap menjawab dan mengarahkan sesuai perintah dan arahan Allah SWT. Dengan tinggal bersama Rasulullah, ia menjadi rujukan tentang teladan Rasulullah, terutama teladan-teladan yang ia banyak dapatkan ketika berinteraksi dengan Rasulullah di rumah, yang tidak semua orang bisa mengalaminya langsung. Jadi, jelas bahwa kondisi saat ini tidak relevan dibandingkan kondisi Rasulullah saat itu. Pada sesi ini, ustadzah menekankan bahwa jika memang ada laki-laki yang bisa sepadan dengan Rasulullah dalam membimbing dan memberi teladan, sah-sah saja ia menikah dengan anak di bawah umur. Namun, kita bisa pastikah sosok itu tidak akan ada. Oleh sebab itu, wahai para laki-laki masa kini, nikahi saja siapa yang pantas bagimu dan jangan kau mempermalukan Islam dengan menikahi anak di bawah umur dengan kapasitasmu yang sangat terbatas itu. Selain dikenal sebagai sosok yang cerdas lagi bijak, Aisyah dikenal sebagai istri yang ceria dan selalu siap menghibur Rasulullah. Banyak tingkah laku Aisyah yang mengundang senyum Rasul. Salah satunya, pada suatu hari di musim dingin, saat itu Rasul pergi keluar tanpa memakai burdahnya (burdah adalah sejenis mantel penghangat pada masa itu.red). Aisyah iseng mencoba melilitkan burdah itu sebagai jilbab di kepalanya dan menunjukkan pada Rasul ketika Rasul pulang. Manis ya? Wajar saja jika Rasul sangat sayang kepadanya. Beberapa hal yang bisa kita teladani dari Aisyah sebagai perempuan adalah bahwa perempuan harus cerdas dan berwawasan luas serta harus bisa menjadi sosok istri yang menyenangkan bagi suaminya. Selain itu, tanpa embel-embel emansipasi pun, Allah SWT sudah memerintahkan perempuan untuk banyak belajar, setara dengan laki-laki. Bagaimana tidak luar biasa? Tidak tanggung-tanggung, Aisyah, yang seorang perempuan dan hanya sendiri, telah meriwayatkan sekitar ¼ dari semua ilmu fiqih Islam, sedangkan ¾ sisanya diriwayatkan oleh ribuan da'i yang merupakan laki-laki. Subhanallah, bukan? Betapa Allah SWT memuliakan perempuan ya. Bersambung....
  • Galeri Video
    FAQ
    Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.130872 detik
    Diakses dari alamat : 103.7.12.72
    Jumlah pengunjung: 3596401
    Lihat versi mobile
    Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
    © Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.