berita Terkini
  • Kamis, 5 Maret 2015, 08:39 Jelang UN 2015, MTsN Daya Murni Gelar Try Out Bungo (MTsN Daya Murni) —MTsN Daya Murni melaksanakan  TryOut  persiapan UN  yang berlangsung selama dua hari   yang diikuti oleh 46 peserta Ujian yang berlangsung lancar. TRY OUT Persiapan UN ini dilaksanakan secara serentak untuk tingkat SMP/MTs Sederajat sejabupaten bungo dan soal sudah dipersiapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo. Masrukin, S. Pd. I  yang merupakan panitia penyelenggara mengatakan bahwa ujian Try Out ini akan dari  tanggal 03 M...
  • Kamis, 5 Maret 2015, 08:34 MTsN Bajubang Gelar Pertandingan Pershabatan Dengan MTs Baitul Mubtadiin Batanghari (MTsN Bajubang) —MTsN Bajubagn menggelar Pertandingan Persahabatan beberapa cabang olahraga bersama MTs Baitul Mubtadi’in Penerokan. Pada pertandingan persahabatan tersebut cabang olahraga yang dilaksananakan adalah Bola Voly dan futsal, pertandingan ini dilaksanakan setelah pulang dari madrasah pada sore hari yang diikuti oleh atlit-atlit voly dan futsal MTsN Bajubang. Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan dan tujuannya selain untuk melatih kemampuan siswa dan ...
Link Banner
Renungan
  • SEDEKAH JUGA PERLU LATIHAN Setiap makhluk hidup memiliki fitrah untuk mencintai setiap hal yang dapat memenuhi kebutuhannya baik lahir maupun batin.Seorang anak mencintai ayah dan ibunya karena mereka bisa memenuhi kebutuhan kasih sayang dan nafkah hidup anak.suami istri saling mencintai karena saling memenuhi kebutuhan lahir dan batin mereka.Begitu pula harta, dicintai karena dia bisa memenuhi kebutuhan kita, "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu:wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang.Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)" (Ali-Imron:14). Rasa cinta yang timbul inilah yang menyebabkan manusia memiliki rasa tidak rela untuk kehilangan apa yang dicintainya.Sebagaimana seorang anak tidak rela kehilangan orang tua, suami atau istri tidak rela kehilangan pasangannya, begitu pula kita tidak rela kehilangan harta. Rasa ketidakrelaan ini mendorong menusia untuk mempertahankan dan membela mati-matian apa yang dicintainya. Tetapi, perasaan ini berubah menjadi aib bila timbul berlebihan. Seorang istri yang memiliki rasa cinta yang berlebih kepada suaminya, maka tatkala sang suami meninggalkannya, hal itu akan membuat dia mencaci maki takdir dan ketetapan Allah ta'ala. Hartapun juga begitu, kecintaan yang berlebihan terhadap harta menyebabkan sifat kikir bersarang pada diri manusia, bahkan Allah ta'ala menggambarkan manusia yang memiliki sifat buruk ini dalam firman-Nya, "Katakanlah:Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya". dan adalah manusia itu sangat kikir' (Al-Israa: 100).Kalau sifat kikir sudah bersarang di dalam dada, sebanyak apapun harta tidak bisa membuat orang merasa "aman dan nyaman" untuk bersedekah.Takut masa depan anak, takut kalau kendaraan rusak tidak punya uang untuk ke bengkel, takut kesulitan menafkahi keluarga setelah menikah,dan sejuta rasa takut lainnya yang bisa menjadi alasan seseorang untuk tidak membagi hartanya kepada orang lain. Sifat kikir bukanlah masalah sepele.Rasulullah sudah memperingatkan umatnya akan bahaya penyakit yang satu ini, beliau bersabda:"Jauhilah oleh kalian kedzaliman, karena sesungguhnya kedzaliman itu akan menjadi kegelapan bagi pelakunya pada hari kiamat,dan jauh pula sifat kikir,karena sifat ini telah membawa kehancuran bagi umat-umat terdahulu"((HR.Muslim). "Melatih diri untuk dermawan" sangatlah penting.Karena memang kedermawanan itu butuh latihan.Untuk berani menginfakkan seluruh harta benda dijalan Allah sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar atau setengah harta pribadi sebagaimana yang dilakukan Umar atau berbagi separuh harta dengan saudara seiman sebagaimana yang dilakukan Kaum Anshar kepada kaum Muhajirin, bukanlah hal mudah.Butuh waktu dan usaha untuk meyakinkan dalam diri kita bahwa ayat, "apa saja yang kamu nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah sebaik-baik pemberi rezki". (Saba: 39) Mungkin ada benarnya kaidah “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit",Dalam hal ini – melatih diri untuk dermawan juga harus diterapkan.Artinya untuk memberanikan diri mengeluarkan harta di jalan Allah dalam jumlah besar kita perlu membiasakan diri dengan sedekah jumlah kecil.Hukum serupa juga berlaku untuk sifat kikir.Memang benar kalau kita berhitung dengan rumus matematika,sifat kikir itu mendatangkan keuntungan karena dengan begitu harta tidak berkurang.Namun sayang syariat islam tidak bisa di timbang dengan kaca mata matematika.Tidak semua yang berkurang itu berarti berkurang. dan tidak semua yang stabil itu berarti stabil. Rasulullah bersabda: "Sedekah itu tidak akan mengurangi harta"(HR. Muslim). Beliau juga pernah bersabda kepada Asma binti Umaisy:"Janganlah engkau pelit (enggan bersedekah karena takut miskin) sehingga Allah Ta'ala pelit terhadapmu" (HR.Bukhori&Muslim).Wallahu a'lam.
  • Galeri Video
    FAQ
    Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 2.739284 detik
    Diakses dari alamat : 10.1.7.54
    Jumlah pengunjung: 3511605
    Lihat versi mobile
    Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
    © Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.