berita Terkini
  • Jumat, 29 April 2016, 16:41 Kemenag Batang Hari Mengikuti Tes Rekruitmen Petugas Haji Tahun 1437 H Batang Hari ( Kemenag ) - Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari Rabu (27/04), telah dilaksanakan tes Rekruitmen Calon Petugas Haji Kloter ( IPHI dan TPIHI) dan Calon Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi / Petugas Non Kloter tahun 1437 H / 2016 M. U ntuk Kabupaten Batanghari Peserta yang ikut seleksi rekruitmen berjumlah 13 orang yang berasal dari Kankemenag, KUA Kecamatan dan Ormas Islam dalam Kabupaten Batanghari. Pgs Kakan Kemenag Kabupaten Batang Ha...
  • Jumat, 29 April 2016, 16:32 Kepala dan Bendahara MTs Negeri Maro Sebo Ulu Ikuti Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran 2017 Batanghari (MTs Negeri Maro Sebo Ulu) - Kantor Kementerian Agama Kab. Batanghari mengadakan kegiatan penyusunan rencana kerja dan anggaran untuk tahun 2017 yang diikuti oleh kepala MTs Negeri Maro Sebo Ulu, Aprizal, S.Pd,M.Pd bersama bendahara, Riyen Saputri, S.Pd dan peserta lainnya. Kegiatan penyusunan rencana kerja dan anggaran tahun 2017 dimulai dari tanggal 28 hingga 30 April mendatang bertempat di aula Kantor Kementerian Agama Kab. Batanghari. Acara ini dibuka secara langsung oleh Bapak ...
Link Banner
Renungan
  • SEPERTI PELANGI Menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain merupakan perkara yang sangat dianjurkan oleh agama. Rasulullah SAW bersabda:"Sebaik-baik Manusia Adalah Yang Paling Bermanfaat Bagi Orang Lain" Hadist di atas menunjukan bahwa Rasulullah menganjurkan umat islam selalu berbuat baik terhadap orang lain dan mahluk yang lain. Hal ini menjadi indikator bagaimana menjadi mukmin yang sebenarnya. Eksistensi manusia sebenarnya ditentukan oleh kemanfaatannya pada yang lain. Allah SWT berfirman:"Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri" (QS. Al-Isra:7) Tentu saja manfaat dalam hadits ini sangat luas. Manfaat yang dimaksud bukan sekedar manfaat materi, yang biasanya diwujudkan dalam bentuk pemberian harta atau kekayaan dengan jumlah tertentu kepada orang lain. Manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain bisa berupa : Pertama Ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umum/dunia; Manusia bisa memberikan kemanfaatan kepada orang lain dengan ilmu yang dimilikinya. Baik itu ilmu agama maupun ilmu umum. Bahkan, seseorang yang memiliki ilmu agama kemudian diajarkannya kepada orang lain dan membawa kemanfaatan bagi orang tersebut dengan datangnya hidayah kepada-Nya, maka ini adalah keberuntungan yang sangat besar, lebih besar dari unta merah yang menjadi simbol kekayaan orang Arab. Ilmu umum yang diajarkan kepada orang lain juga merupakan bentuk kemanfaatan tersendiri. Terlebih jika dengan ilmu itu orang lain mendapatkan life skill (keterampilan hidup), lalu dengan life skill itu ia mendapatkan nafkah untuk sarana ibadah dan menafkahi keluarganya, lalu nafkah itu juga anaknya bisa sekolah, dari sekolahnya si anak bisa bekerja, menghidupi keluarganya, dan seterusnya, maka ilmu itu menjadi pahala jariyah baginya. "Jika seseorang meninggal maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal; shadaqah jariyah, ilmu yang manfaat, dan anak shalih yang mendoakan orang tuanya" (HR. Muslim) MATERI/HARTA KEKAYAAN Manusia juga bisa memberikan manfaat kepada sesamanya dengan harta/kekayaan yang ia punya. Bentuknya bisa bermacam-macam. Secara umum mengeluarkan harta di jalan Allah itu disebut infaq. Infaq yang wajib adalah zakat. Dan yang sunnah biasa disebut shodaqah. Memberikan kemanfaatan harta juga bisa dengan pemberian hadiah kepada orang lain. TENAGA/KEAHLIAN Bentuk kemanfaatan berikutnya adalah tenaga. Manusia bisa memberikan kemanfaatan kepada orang lain dengan tenaga yang ia miliki. Misalnya jika ada perbaikan jalan kampung, kita bias memberikan kemanfaatan dengan ikut bergotong royong. Ketika ada pembangunan masjid kita bisa membantu dengan tenaga kita juga. Saat ada tetangga yang kesulitan dengan masalah kelistrikan sementara kita memiliki keahlian dalam hal itu, kita juga bisa membantunya dan memberikan kemanfaatan dengan keahlian kita. SIKAP YANG BAIK Sikap yang baik kepada sesama juga termasuk kemanfaatan. Baik kemanfaatan itu terasa langsung ataupun tidak langsung. Maka Rasulullah SAW memasukkan senyum kepada orang lain sebagai shadaqah karena mengandung unsur kemanfaatan. Dengan senyum dan sikap baik kita, kita telah mendukung terciptanya lingkungan yang baik dan kondusif. Semakin banyak seseorang memberikan kelima hal di atas kepada orang lain -tentunya orang yang tepat- maka semakin tinggi tingkat kemanfaatannya bagi orang lain. Semakin tinggi kemanfaatan seseorang kepada orang lain, maka ia semakin tinggi posisinya sebagai manusia menuju "manusia terbaik". Mari kita belajar dari penggalan kisah diceritakan kepada kami Muhammad bin Abdurrahman Asy-Syafii, berkata kepada kami Al-Qasim bin Hasyim As-Samsar, ia berkata : telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Qais Adl-Dlibbi, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Sukain bin Siraj, berkata kepada kami Amr bin Dinar, dari Ibnu Umar bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW, maka ia bertanya:"Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling dicintai Allah? Dan apakah amal yang paling dicintai Allah azza wa jalla?" Rasulullah SAW bersabda :"Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain
  • Galeri Video
    FAQ
    Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.046108 detik
    Diakses dari alamat : 10.1.7.240
    Jumlah pengunjung: 4682711
    Lihat versi mobile
    Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
    © Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.