berita Terkini
  • Rabu, 2 September 2015, 12:14 Kanwil Kemenag Jambi Gelar Sosialisasi UU Jaminan Produk Halal di Tanjabtim Tanjab Timur (Kemenag)--Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi H. M Thaher membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.Selain membuka, Drs.HM Thaher juga di daulat menjadi narasumber pada kegiatan sosialisasi UU jaminan produk halal. Baginya masalah produk halal itu merupakan tanggungjawab moral bagi seluruh pegawai Kementerian Agama. Saking pentingnya Kanwil Kemenag itu memerintahkan agar seluruh Kemenag juga me...
  • Rabu, 2 September 2015, 12:11 Kemenag Sarolangun Lakukan Orientasi dan Sosialisasi Produk Halal Sarolangun(kemenag)--Guna mensosialisasikan sertifikasi halal kepada masyarakat tentang produk makanan yang ada di masyarakat, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sarolangun mengadakan Orientasi dan Sosialisasi Produk Halal. Acara ini dilaksanakan di Aula Kantor Kemenag Kab. Sarolangun pada hari Selasa 25 Agustus 2015. Peserta kegiatan tersebut berasal dari pelaku usaha dari perwakilan per kecamatan dalam Kabupaten Sarolangun. Kepala Kantor Kemenag Sarolangun H. M. Hafiz,M.Sy saat membuka acara t...
Link Banner
Renungan
  • TATA CARA SHOLAT DHUHA SESUAI TUNTUNAN RASULULLAH (BAG. 2) Melaksanakan sholat Dhuha yang paling afdhal adalah dengan sendiri-sendiri. Namun, tidak mengapa jika dilaksanakan dengan berjamaah sekali waktu atau jika untuk pembelajaran. Ini adalah pendapat mayoritas ulama bahwa sholat sunnah boleh dilakukan secara berjamaah ataupun sendirian (munfarid). Nabi Muhammad SAW pernah melakukan dua cara tersebut. Namun, yang paling sering dilakukan adalah secara sendirian. Rasulullah SAW pernah melakukan sholat bersama Hudzaifah; bersama Anas, ibunya dan seorang anak yatim. Beliau juga pernah mengimami para sahabat di rumah 'iItban bin Malik; baliau pun pernah melaksanakan sholat bersama Ibnu 'Abbas. Ibnu Hajar Al Asqolani ketika menjelaskan hadits Ibnu 'Abbas yang berada di rumah Maimunah dan melaksanakan sholat malam bersama Rasulullah SAW, beliau Rahimahullah mengatakan bahwa dalam hadits tersebut menunjukkan diperbolehkannya melakukan sholat sunnah secara berjamaah. Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin Rahimahulah pernah ditanya mengenai hukum mengerjakan sholat sunnah dengan berjamaah. Beliau menjawab, "Apabila seseorang melaksanakan sholat sunnah terus menerus secara berjamaah, maka ini adalah sesuatu yang tidak disyariatkan. Adapun jika dia melaksanakan sholat sunnah tersebut kadang-kadang secara berjamaah, maka tidaklah mengapa karena terdapat petunjuk dari Rasulullah SAW mengenai hal ini. Seperti sholat malam yang beliau lakukan bersama Ibnu 'Abbas. Sebagaimana pula beliau pernah melakukan sholat bersama Anas bin Malik Rahiyallahu 'anhu dan anak yatim di rumah Ummu Sulaim, dan masih ada contoh lain semisal itu." Adapun yang menjadi dasar dibolehkan berjamaah untuk pembelajaran, adalah karena ada maslahat (karena adanya alasan tertentu, misalnya untuk pembelajaran). Ibnu Hajar menjelaskan "Sholat sunnah yang utama adalah dilakukan secara munfarid atau sendirian. Hal itu jika di sana tidak ada maslahat seperti untuk mengajarkan orang lain. Namun, jika sholat sunnah secara berjamaah dilakukan dalam rangka pengajaran maka diperbolehkan. Wallahua'lam bishowab.
  • Galeri Video
    FAQ
    Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 1.882838 detik
    Diakses dari alamat : 103.7.12.72
    Jumlah pengunjung: 4026036
    Lihat versi mobile
    Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
    © Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.